LAMPUNG BARAT – SuaraMediaNews.com | Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menerima audiensi mahasiswa IPB University yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Lampung Barat. Pertemuan tersebut berlangsung di Rumah Dinas Bupati, Pekon Kubu Perahu, Kecamatan Balik Bukit, Senin (6/7/2026), sekaligus menjadi penyerahan resmi mahasiswa peserta KKN yang akan menjalankan pengabdian selama 40 hari.
Sebanyak 11 mahasiswa IPB University dijadwalkan melaksanakan KKN mulai 7 Juli hingga 17 Agustus 2026. Mereka akan ditempatkan di Pekon Pura Jaya, Kecamatan Kebun Tebu, dengan fokus pengabdian yang diharapkan mampu mendukung pengembangan potensi daerah, khususnya pada sektor pertanian dan perkebunan.
Audiensi tersebut turut dihadiri Sekretaris Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship IPB University Danang Arya Nugroho, para asisten, kepala perangkat daerah, serta mahasiswa peserta KKN.
Dalam sambutannya, Bupati Parosil Mabsus menyampaikan apresiasi kepada IPB University yang kembali mempercayakan Kabupaten Lampung Barat sebagai lokasi pelaksanaan KKN. Menurutnya, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat bukan hanya menjadi bagian dari proses akademik, tetapi juga diharapkan membawa kontribusi nyata melalui ide, inovasi, dan pendampingan yang bermanfaat bagi pembangunan daerah.
“Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN IPB University. Kami berharap para mahasiswa dapat hadir di tengah masyarakat dengan membawa gagasan baru yang bisa memberikan dampak langsung bagi kemajuan daerah,” kata Parosil.
Pada kesempatan itu, Parosil juga memaparkan berbagai potensi Lampung Barat yang dapat dikembangkan lebih jauh. Selain dikenal memiliki kekayaan alam dan masyarakat yang masih kuat menjaga adat istiadat, Lampung Barat juga memiliki sektor unggulan di bidang pertanian, perkebunan kopi, hingga pariwisata alam.
Ia menyebut sejumlah destinasi yang menjadi daya tarik daerah, seperti Danau Ranau, pasar tematik, Kebun Raya Liwa, serta sejumlah objek wisata lain yang terus dikembangkan sebagai penopang ekonomi masyarakat.
“Lampung Barat memiliki potensi alam yang luar biasa, didukung masyarakat yang masih memegang teguh adat istiadat. Ini menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Namun demikian, Parosil menekankan bahwa salah satu kekuatan terbesar Lampung Barat tetap berada pada sektor kopi robusta. Hampir seluruh pekon di wilayah tersebut, kata dia, memiliki potensi besar dalam perkebunan kopi. Saat ini, luas areal perkebunan kopi di Lampung Barat mencapai lebih dari 54 ribu hektare dengan produksi sekitar 63 ribu ton per tahun.
Komoditas kopi Lampung Barat juga menjadi sumber penghidupan utama bagi lebih dari 36 ribu kepala keluarga, atau sekitar 70 persen rumah tangga petani di kabupaten tersebut. Karena itu, pengembangan kopi tidak hanya penting dari sisi produksi, tetapi juga harus diarahkan pada peningkatan nilai tambah agar berdampak lebih besar terhadap kesejahteraan petani.
Parosil berharap kehadiran mahasiswa KKN IPB University di Lampung Barat dapat melahirkan inovasi kopi yang tidak berhenti pada budidaya semata, melainkan mendorong pengembangan produk turunan dengan nilai jual lebih tinggi.
“Saya berharap mahasiswa KKN IPB University dapat menghadirkan inovasi yang menginspirasi para petani kopi untuk lebih kreatif. Kopi jangan hanya dipandang sebagai minuman, tetapi juga bisa dikembangkan menjadi berbagai produk turunan yang punya nilai ekonomi tinggi,” ujar Parosil.
Menurut dia, penguatan sektor kopi melalui inovasi menjadi langkah penting agar komoditas unggulan Lampung Barat mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Produk turunan kopi, baik dalam bentuk olahan pangan, minuman, maupun produk kreatif lainnya, dinilai berpotensi membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan pendapatan petani dan pelaku UMKM di daerah.
Selain mendorong inovasi pada sektor kopi Lampung Barat, Parosil juga berpesan agar para mahasiswa dapat membaur dengan masyarakat selama menjalankan KKN. Ia menilai mahasiswa tidak hanya hadir untuk memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dan masyarakat dalam mencari solusi atas persoalan yang dihadapi di lapangan.
“Mahasiswa harus bisa beradaptasi, berinteraksi, dan belajar dari masyarakat. Kehadiran adik-adik mahasiswa ini kami harapkan bisa menjadi bagian dari upaya bersama membangun Lampung Barat,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship IPB University Danang Arya Nugroho mengatakan Lampung Barat memiliki daya tarik tersendiri bagi mahasiswa. Menurutnya, daerah ini sangat strategis sebagai ruang belajar langsung karena memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, serta kehidupan sosial masyarakat yang kaya akan pengalaman lapangan.
“Lampung Barat sangat potensial untuk digali. Kami menitipkan mahasiswa kami selama 40 hari ke depan untuk dibimbing dan didampingi oleh pemerintah daerah, kecamatan, dan pekon,” ujar Danang.
BACA JUGA : Sekda Nukman Apresiasi Lomba Nyambai di Festival Sekala Bekhak XII, Ajak Anak Muda Jaga Budaya Lampung Barat
Danang berharap program KKN IPB University di Lampung Barat tidak hanya memberi manfaat nyata bagi masyarakat, tetapi juga mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda di daerah untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Ia menilai sinergi antara kampus, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan kunci penting dalam melahirkan inovasi yang tepat guna.
Melalui kolaborasi tersebut, program KKN IPB University di Lampung Barat diharapkan mampu mendorong lahirnya berbagai gagasan baru untuk pengembangan potensi daerah, terutama pada sektor pertanian dan perkebunan kopi. Dengan demikian, inovasi yang dihasilkan tidak hanya bermanfaat selama masa KKN berlangsung, tetapi juga dapat menjadi pijakan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Lampung Barat secara berkelanjutan.
(Fit/smn)



