Gema Gamolan Pekhing Tutup Festival Sekala Bekhak XII 2026, Komitmen Pelestarian Budaya Lampung Barat Kian Kuat

seedbacklink

hilltopads

terkini

Gema Gamolan Pekhing Tutup Festival Sekala Bekhak XII 2026, Komitmen Pelestarian Budaya Lampung Barat Kian Kuat

SUARA MEDIA NEWS
05 Juli 2026, 17:25 WIB Last Updated 2026-07-05T10:25:42Z

 

gamolan pekhing
penutupan Festival Sekala Bekhak XII 



Lampung BaratSuaraMediaNews.com | Suasana meriah menandai penutupan Festival Sekala Bekhak XII 2026 yang berlangsung di Taman Kota, Kecamatan Balik Bukit, Sabtu malam, 4 Juli 2026. Penutupan Festival Budaya Lampung Barat itu dipimpin langsung Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus dengan pemukulan gamolan pekhing secara simbolis sebagai penanda berakhirnya rangkaian acara budaya tahunan tersebut.


Momentum penutupan Festival Sekala Bekhak XII ini sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dalam menjaga, merawat, dan memperkenalkan kekayaan adat istiadat daerah ke panggung yang lebih luas. 


Sejumlah pejabat turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Kegiatan Event Kementerian Pariwisata RI Titik Lestari, Wakil Bupati Mad Hasnurin, unsur Forkopimda, Sekda Nukman, Ketua TP PKK Partinia Parosil Mabsus, Ketua GOW Gurti Komarawati Mad Hasnurin, para asisten, serta kepala perangkat daerah.


Selama tiga hari, mulai 2 hingga 4 Juli 2026, Festival Sekala Bekhak XII 2026 menghadirkan berbagai perlombaan seni dan budaya yang menjadi ruang ekspresi sekaligus panggung promosi kekayaan tradisi masyarakat Lampung Barat. Beragam agenda yang ditampilkan memperlihatkan kuatnya identitas budaya daerah, mulai dari seni pertunjukan hingga tradisi lokal yang masih terus dijaga oleh masyarakat.


Pada malam penutupan, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat juga menerima piagam penghargaan dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Penghargaan itu diberikan setelah Festival Budaya Sekala Bekhak kembali masuk dalam daftar 125 Event Terpilih Karisma Event Nusantara 2026. Capaian tersebut menjadi pengakuan nasional atas konsistensi Lampung Barat dalam menghadirkan event budaya yang tidak hanya merawat tradisi, tetapi juga memperkuat sektor pariwisata daerah.


Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Kegiatan Event Kemenpar RI, Titik Lestari, menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan Lampung Barat mempertahankan festival ini sebagai bagian dari kalender event nasional. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa upaya pelestarian budaya di Lampung Barat berjalan konsisten dan mendapat perhatian di tingkat nasional.


“Alhamdulillah, ini menjadi tahun ketujuh berturut-turut Lampung Barat masuk dalam Karisma Event Nusantara. Ini menunjukkan bahwa komitmen dalam melestarikan budaya mendapat pengakuan secara nasional,” ujar Titik Lestari.


Ia menilai, penyelenggaraan Festival Sekala Bekhak XII 2026 tidak hanya penting untuk menjaga warisan budaya, tetapi juga membawa dampak ekonomi bagi masyarakat. Kehadiran festival, kata dia, ikut menggerakkan pelaku UMKM Lampung Barat, membuka peluang usaha, dan menarik kunjungan wisatawan dari berbagai daerah.


“Event budaya seperti ini memberi dampak nyata bagi perputaran ekonomi masyarakat. UMKM tumbuh, wisatawan datang, dan budaya lokal semakin dikenal luas. Harapannya, festival ini terus berlanjut dan menjadi kekuatan promosi wisata budaya Lampung Barat,” katanya.


Titik juga menegaskan bahwa Kementerian Pariwisata saat ini memberi perhatian besar pada event berbasis budaya. Karena itu, ia mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku seni, komunitas budaya, dan seluruh pemangku kepentingan agar pelestarian adat dan budaya dapat terus berjalan berkesinambungan.


Sementara itu, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menegaskan bahwa Festival Budaya Sekala Bekhak bukan sekadar acara seremonial tahunan. Menurutnya, festival ini memiliki misi besar untuk menjaga eksistensi seni, adat, dan budaya Lampung Barat agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.


Parosil mengatakan, festival ini diharapkan mampu menjadi wadah pelestarian seni tari dan budaya lokal, sekaligus sarana memperkenalkan identitas Lampung Barat kepada masyarakat luar daerah hingga pemerintah pusat. Ia menekankan bahwa kegiatan budaya harus dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi daerah, baik dari sisi sosial, budaya, maupun ekonomi.


“Tujuan kegiatan ini bukan sekadar hura-hura. Yang paling penting adalah bagaimana kita melestarikan seni dan budaya yang ada di Lampung Barat, sekaligus mengenalkannya ke masyarakat luar daerah dan ke tingkat nasional,” ujar Parosil.


Bupati dua periode itu juga menyoroti dampak ekonomi yang lahir dari penyelenggaraan event budaya. Menurut dia, saat budaya terus bergerak dan berkembang, maka roda perekonomian masyarakat juga ikut berputar. Kehadiran pengunjung, pelaku usaha, dan aktivitas festival menjadi peluang besar bagi UMKM Lampung Barat untuk tumbuh.


“Selain melestarikan budaya, festival ini juga ikut meningkatkan perekonomian masyarakat melalui UMKM. Ketika budaya maju, ekonomi daerah juga ikut bergerak,” katanya.


Dalam kesempatan itu, Parosil menyampaikan terima kasih kepada seluruh seniman, budayawan, panitia, dan masyarakat yang telah mendukung suksesnya penutupan Festival Sekala Bekhak XII 2026. Ia menegaskan bahwa pelestarian budaya harus menjadi perhatian bersama, bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata.


“Saya menyatakan komitmen bahwa budaya harus menjadi perhatian serius kita bersama untuk terus dilestarikan,” tegasnya.


Menutup sambutannya, Parosil juga memberi sinyal positif terhadap agenda budaya Lampung Barat berikutnya. Selain melanjutkan Festival Sekala Bekhak, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat berencana kembali menghadirkan Festival Kopi Lampung Barat sebagai bagian dari penguatan identitas daerah. Menurutnya, kopi merupakan salah satu ikon penting Lampung Barat yang perlu terus dipromosikan ke level yang lebih luas.


Dengan berakhirnya rangkaian Festival Sekala Bekhak XII 2026, Lampung Barat kembali menegaskan posisinya sebagai daerah yang serius menjadikan budaya sebagai kekuatan pembangunan. Festival ini bukan hanya panggung hiburan, tetapi juga menjadi jembatan promosi pariwisata Lampung Barat, penguatan identitas daerah, serta penggerak ekonomi masyarakat berbasis budaya.


Ke depan, Festival Budaya Sekala Bekhak diharapkan terus berkembang sebagai agenda unggulan yang mampu menarik wisatawan nasional maupun internasional, sekaligus memperkuat citra Lampung Barat sebagai daerah kaya tradisi, seni, dan potensi wisata budaya.


(Fit/smn)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Gema Gamolan Pekhing Tutup Festival Sekala Bekhak XII 2026, Komitmen Pelestarian Budaya Lampung Barat Kian Kuat

Terkini

Topik Populer

Iklan