Lampung Barat – SuaraMediaNews.com | Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal membawa kabar baik bagi masyarakat Bandar Negeri Suoh (BNS), Kabupaten Lampung Barat. Dalam kunjungannya ke Kecamatan BNS pada Rabu (8/7/2026), Pemerintah Provinsi Lampung memastikan alokasi anggaran Rp45 miliar untuk pembangunan infrastruktur jalan di wilayah yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan Lampung Barat itu.
Kunjungan Gubernur Lampung ke BNS berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Bandar Negeri Suoh dan turut didampingi Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus. Kehadiran Rahmat Mirzani Djausal disambut antusias warga, terutama karena membawa komitmen nyata pemerintah provinsi dalam memperbaiki akses jalan yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak masyarakat dan petani.
Dalam sambutannya, Bupati Parosil Mabsus menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Lampung terhadap pembangunan infrastruktur Lampung Barat, khususnya di wilayah BNS dan Suoh yang selama ini menjadi sentra pertanian penting di kabupaten tersebut.
Menurut Parosil, BNS dan Suoh memiliki peran strategis sebagai daerah penghasil padi, kopi, kakao, dan kelapa, sehingga keberadaan infrastruktur jalan yang memadai sangat penting untuk menunjang distribusi hasil pertanian sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.
“Perbaikan jalan ini sangat dinanti masyarakat, karena selama ini pendistribusian hasil pertanian masih terkendala akses yang belum maksimal,” ujar Parosil.
Ia menilai, jika akses jalan membaik maka biaya angkut hasil panen akan lebih murah, distribusi komoditas menjadi lebih cepat, dan harga jual di tingkat petani juga berpotensi meningkat. Bagi masyarakat BNS dan Suoh, pembangunan jalan bukan hanya soal konektivitas, tetapi juga berkaitan langsung dengan kesejahteraan keluarga petani.
Parosil pun mengajak warga untuk mendukung proses pembangunan yang akan berjalan, termasuk menjaga fasilitas yang dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa pembangunan jalan BNS Lampung Barat menjadi bagian dari program strategis Pemerintah Provinsi Lampung untuk memperkuat sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.
BACA JUGA : Peternak Soloraya Mandi Telur di Solo, Protes Harga Ayam Broiler dan Telur yang Anjlok
Ia menjelaskan, pembangunan ruas jalan di Lampung Barat pada tahun anggaran berjalan mencakup lima ruas jalan, dengan rincian empat ruas berada di Kecamatan BNS dan satu ruas lainnya menghubungkan perbatasan Lampung Barat menuju Sumatra Selatan. Hingga awal Juli 2026, progres pembangunan disebut telah mencapai sekitar 20 persen dan ditargetkan selesai pada Desember 2026.
“Empat ruas di Kecamatan BNS dan satu ruas di jalur perbatasan Lampung Barat menuju Sumatra Selatan,” kata Mirzani.
Gubernur menilai kawasan Bandar Negeri Suoh dan Suoh memiliki potensi besar di sektor pertanian, mulai dari padi, kakao, kopi, pisang, hingga kelapa. Karena itu, Pemerintah Provinsi Lampung menaruh perhatian khusus terhadap peningkatan kualitas jalan agar distribusi hasil pertanian dari desa ke pasar dapat berjalan lebih lancar.
“Wilayah ini punya potensi tinggi untuk padi, cokelat, kopi, pisang, dan kelapa. Karena itu, kami memberikan perhatian khusus pada peningkatan infrastruktur agar distribusi hasil pertanian masyarakat semakin lancar,” ujarnya.
Tak hanya menyoroti infrastruktur, Rahmat Mirzani Djausal juga menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia dan dukungan nyata bagi sektor pertanian. Menurut dia, peningkatan kemakmuran masyarakat BNS dan Suoh harus dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya melalui perbaikan jalan, tetapi juga lewat penguatan sarana produksi pertanian.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung menyiapkan program pupuk hayati cair untuk membantu meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat. Program ini diharapkan mampu memperkuat hasil panen petani sekaligus menekan biaya produksi di tingkat lapangan.
Mirzani mengungkapkan, setiap pekon di wilayah Suoh dan BNS nantinya akan mendapatkan fasilitas pembuatan pupuk agen hayati. Selain itu, pemerintah provinsi juga akan menyalurkan 10 unit dryer bagi masyarakat di Kecamatan Suoh dan Bandar Negeri Suoh.
“Satu pekon akan kami berikan satu fasilitas pembuat pupuk agen hayati. Selain itu, 10 unit dryer juga akan diserahkan untuk masyarakat Kecamatan Suoh dan BNS,” jelasnya.
Bantuan tersebut dinilai penting karena tidak hanya mendukung proses budidaya, tetapi juga memperkuat penanganan pascapanen. Kehadiran dryer, misalnya, bisa membantu petani menjaga kualitas hasil panen agar memiliki nilai jual yang lebih baik, terutama untuk komoditas yang membutuhkan pengeringan sebelum dipasarkan.
Kehadiran Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di BNS juga memperlihatkan keseriusan Pemerintah Provinsi Lampung dalam menjadikan wilayah Lampung Barat sebagai salah satu penopang ketahanan pangan daerah. Dengan dukungan jalan yang lebih baik, distribusi hasil pertanian diharapkan semakin efisien, biaya logistik menurun, dan roda ekonomi masyarakat bergerak lebih cepat.
Bagi warga Bandar Negeri Suoh, komitmen anggaran Rp45 miliar untuk pembangunan jalan menjadi harapan baru setelah sekian lama akses transportasi menjadi salah satu kendala utama dalam mengembangkan potensi pertanian. Ketika infrastruktur mulai dibenahi dan dukungan pertanian diperkuat, peluang untuk meningkatkan kesejahteraan petani Lampung Barat pun semakin terbuka.
Sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dalam kunjungan ini juga menjadi sinyal positif bahwa pembangunan daerah akan lebih efektif jika dikerjakan secara bersama-sama. Di tengah target besar swasembada pangan, BNS dan Suoh kini tidak hanya dilihat sebagai kawasan produksi pertanian, tetapi juga sebagai wilayah prioritas yang perlu ditopang dengan infrastruktur dan dukungan program yang berkelanjutan.
(Tim/smn)



