| Parosil Mabsus menerima audiensi pengusaha asal Provinsi Lampung, Ginta Wiryasenjaya |
Lampung Barat – SuaraMediaNews.com | Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menerima audiensi pengusaha asal Provinsi Lampung, Ginta Wiryasenjaya beserta jajaran, di Rumah Dinas Bupati, Pekon Kubu Perahu, Kecamatan Balik Bukit, Selasa (7/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi strategis untuk membahas peluang investasi di Lampung Barat, terutama di sektor kopi dan pariwisata yang dinilai memiliki prospek besar untuk dikembangkan.
Audiensi itu turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan serta sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat. Dalam pertemuan tersebut, Bupati Parosil Mabsus menyampaikan apresiasi atas kedatangan para pengusaha dan berharap kehadiran investor dapat memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah.
Menurut Parosil, investasi yang masuk ke Lampung Barat tidak hanya diharapkan menghadirkan nilai ekonomi, tetapi juga mampu membawa inovasi, memperkuat pendampingan, serta membuka peluang pertumbuhan yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.
“Kami menyambut baik kehadiran para pengusaha di Lampung Barat. Harapan kami, investasi yang masuk tidak hanya menghadirkan nilai ekonomi, tetapi juga membawa inovasi, pendampingan, dan manfaat nyata bagi kemajuan daerah serta kesejahteraan masyarakat,” ujar Parosil.
Dalam kesempatan itu, Parosil memaparkan sejumlah potensi unggulan yang dimiliki Kabupaten Lampung Barat. Ia menyoroti sektor pertanian dan perkebunan, khususnya kopi Lampung Barat, sebagai salah satu kekuatan ekonomi utama daerah. Selain itu, ia juga memperkenalkan potensi pariwisata yang terus berkembang, mulai dari Danau Ranau, Pasar Tematik, Kebun Raya Liwa, hingga berbagai destinasi wisata alam lainnya.
Parosil menjelaskan, Lampung Barat merupakan salah satu sentra penghasil kopi robusta terbesar di Indonesia. Produksi kopi di daerah ini disebut mencapai sekitar 70 ribu ton per tahun, dengan keterlibatan lebih dari 36 ribu kepala keluarga petani. Besarnya potensi tersebut, kata dia, menjadi peluang besar bagi investor yang ingin masuk ke sektor perkebunan dan hilirisasi kopi.
Untuk memperkuat daya saing komoditas unggulan itu, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat terus membangun ekosistem kopi melalui berbagai program, seperti Sekolah Kopi, peremajaan tanaman, peningkatan kualitas pascapanen, hingga pengembangan hilirisasi produk.
Menurut Parosil, peluang investasi Lampung Barat di sektor kopi sangat terbuka lebar. Ruang kerja sama dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, mulai dari kemitraan pembelian hasil panen atau off taker, budidaya, peremajaan kebun, pengolahan hasil, roasting, hingga pengembangan industri produk turunan kopi.
“Peluang investasi di sektor kopi sangat terbuka, mulai dari kemitraan pembelian hasil panen, budidaya, peremajaan kebun, pengolahan, roasting, hingga pengembangan industri produk turunan kopi,” kata Parosil.
Ia juga menegaskan harapannya agar ke depan hadir pabrik pengolahan kopi di Lampung Barat. Menurutnya, fasilitas pengolahan modern sangat dibutuhkan karena hingga saat ini sebagian besar proses pengolahan kopi di daerah tersebut masih dilakukan secara manual, sehingga kualitas hasil belum sepenuhnya optimal.
“Kami sangat berharap hadirnya pabrik pengolahan kopi di Lampung Barat, karena saat ini sebagian besar pengelolaan kopi masih dilakukan secara manual, sehingga kualitas hasil kopi belum cukup maksimal,” ujarnya.
Tak hanya sektor kopi, Parosil juga menawarkan pariwisata Lampung Barat sebagai bidang yang menjanjikan bagi investor. Ia menyebut Lampung Barat memiliki kekayaan wisata alam, budaya, dan agrowisata yang terus berkembang dari tahun ke tahun. Salah satu faktor yang memperkuat daya tarik tersebut adalah masuknya Festival Budaya Sekala Bekhak dalam agenda Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.
Menurut Parosil, pencapaian itu menjadi peluang besar untuk mendorong sektor wisata agar tumbuh lebih cepat. Dengan jumlah kunjungan wisatawan yang disebut mencapai sekitar satu juta orang per tahun, kebutuhan terhadap akomodasi dan fasilitas pendukung masih sangat terbuka.
Data hingga 2025 menunjukkan Lampung Barat memiliki 15 hotel, 10 losmen, dan 44 homestay. Namun, jumlah tersebut dinilai belum cukup untuk menopang potensi pertumbuhan kunjungan wisata di masa mendatang.
Karena itu, investasi di Lampung Barat pada sektor pariwisata dinilai sangat prospektif. Peluang usaha yang ditawarkan antara lain pembangunan guest house, hotel, resort, restoran, kafe, hingga pengembangan coffee tourism dan destinasi wisata berbasis alam.
“Peluang investasi di sektor pariwisata meliputi pembangunan guest house, hotel, resort, restoran, kafe, hingga pengembangan coffee tourism dan destinasi wisata berbasis alam,” tutur Parosil.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat berkomitmen memberikan dukungan penuh kepada para investor melalui penciptaan iklim investasi yang kondusif. Kemudahan pelayanan, komunikasi yang terbuka, dan dukungan pemerintah daerah diharapkan mampu memberi rasa aman bagi para pelaku usaha yang ingin menanamkan modal di Lampung Barat.
Di akhir pertemuan, Parosil berharap Ginta Wiryasenjaya dapat menjadi jembatan untuk memperkenalkan potensi Lampung Barat kepada lebih banyak pengusaha di tingkat regional maupun nasional. Ia optimistis, jika kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha terus diperkuat, maka investasi akan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami berharap melalui jaringan yang dimiliki Bapak Ginta Wiryasenjaya, semakin banyak pengusaha yang tertarik menanamkan investasinya di Lampung Barat. Dengan kolaborasi yang baik, kami optimistis investasi akan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, dan mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan,” tutup Parosil.
Dengan kekuatan di sektor kopi Lampung Barat dan prospek pariwisata Lampung Barat yang terus tumbuh, audiensi ini menjadi sinyal positif bahwa Kabupaten Lampung Barat semakin serius membuka ruang kerja sama dengan dunia usaha. Jika dikelola secara tepat, peluang investasi tersebut diyakini dapat membawa dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat posisi Lampung Barat sebagai daerah unggulan di Provinsi Lampung.
(Rep : Fitrya/smn)



