Dampingi Gubernur Lampung, Wabup Mad Hasnurin Dorong Produktivitas Kopi Lampung Barat Lewat PHC di Kebun Induk Hanakau

seedbacklink

hilltopads

terkini

Dampingi Gubernur Lampung, Wabup Mad Hasnurin Dorong Produktivitas Kopi Lampung Barat Lewat PHC di Kebun Induk Hanakau

SUARA MEDIA NEWS
09 Juli 2026, 15:54 WIB Last Updated 2026-07-09T08:54:38Z
 
Wabup Mad Hasnurin Dorong Produktivitas Kopi Lampung
Wakil Bupati Lampung Barat Drs. Mad Hasnurin mendampingi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meninjau Kebun Induk Hanakau milik UPTD Balai Benih dan Kebun Induk (BBKI) Dinas Perkebunan Provinsi Lampung di Pekon Hanakau, Kecamatan Sukau,



Lampung Barat SuaraMediaNews.com | Upaya meningkatkan produktivitas kopi Lampung Barat terus diperkuat. Wakil Bupati Lampung Barat Drs. Mad Hasnurin mendampingi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meninjau Kebun Induk Hanakau milik UPTD Balai Benih dan Kebun Induk (BBKI) Dinas Perkebunan Provinsi Lampung di Pekon Hanakau, Kecamatan Sukau, Kamis (9/7/2026).


Kunjungan ini menjadi bagian dari dorongan Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat untuk memperkuat sektor perkebunan kopi melalui inovasi budidaya, perbaikan kualitas benih, dan pemanfaatan pupuk hayati cair kopi yang dinilai mampu meningkatkan hasil panen sekaligus memperbaiki kualitas tanaman.


BACA JUGA : Dari Pupuk Hayati hingga KUR, Gubernur Mirzani dan Bupati Parosil Genjot Ekonomi Petani BNS


Di lokasi tersebut, Gubernur Lampung bersama Wakil Bupati dan rombongan meninjau langsung kawasan kebun yang selama ini berfungsi sebagai pusat percontohan, penelitian, serta pembibitan kopi unggul di Provinsi Lampung. Kebun ini menjadi salah satu titik penting dalam pengembangan kopi Lampung Barat, mengingat daerah tersebut merupakan salah satu sentra kopi terbesar di Lampung.


Selama kunjungan, rombongan melihat berbagai metode budidaya dan perawatan tanaman kopi yang diterapkan untuk mendongkrak hasil produksi dan mutu biji kopi. Di Kebun Induk Hanakau Sukau, pengembangan tidak hanya difokuskan pada kuantitas hasil panen, tetapi juga pada kualitas bibit unggul yang nantinya dapat dimanfaatkan petani di berbagai wilayah.


Kebun Induk Hanakau saat ini mengembangkan dua komoditas utama, yakni kopi robusta dan kopi arabika. Untuk kopi robusta, kebun ini menyiapkan sejumlah klon unggul nasional seperti BP 939, BP 936, BP 534, dan BP 436 sebagai sumber benih berkualitas. Selain itu, kebun ini juga membina pengembangan klon lokal potensial seperti Kopi Bagio, Turun Ujung, Bodong, dan Tugu Sari yang diharapkan ke depan dapat menjadi varietas unggul bersertifikat.


Sementara itu, untuk kopi arabika, sekitar 200 batang ditanam di kawasan tersebut sebagai bagian dari uji adaptasi di wilayah dataran tinggi Sukau. Langkah ini dilakukan untuk melihat potensi pengembangan arabika di Lampung Barat sekaligus membuka peluang diversifikasi komoditas kopi di daerah tersebut.


Salah satu perhatian utama dalam kunjungan ini adalah penerapan Pupuk Hayati Cair (PHC) yang mulai dikembangkan di PHC Kebun Induk Hanakau. Dalam dialog bersama petani kopi, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memperkenalkan PHC sebagai inovasi yang dinilai efektif untuk mempercepat pertumbuhan tanaman dan meningkatkan produktivitas kebun kopi.


PHC merupakan pupuk organik berbasis mikroorganisme lokal yang dibuat dari bahan-bahan ramah lingkungan, seperti limbah kelapa, limbah kedelai, dan air cucian beras. Formulasi ini dirancang untuk membantu menyuburkan tanah, memperkuat pertumbuhan tanaman, dan mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia.


BACA JUGA : Gubernur Mirzani Alokasikan Rp45 Miliar untuk Jalan di BNS, Dorong Swasembada Pangan Lampung Barat


Menurut Gubernur, penggunaan pupuk hayati cair kopi memiliki sejumlah manfaat, mulai dari membuat daun lebih hijau, mempercepat pembungaan, memperbesar ukuran buah, hingga menjaga kesuburan tanah secara berkelanjutan. Ia menilai inovasi ini penting diterapkan di sentra kopi seperti Lampung Barat agar petani bisa mendapatkan hasil yang lebih baik dengan biaya produksi yang lebih efisien.


Sebagai bentuk dukungan langsung, Gubernur Lampung juga menyerahkan sampel PHC dalam kemasan botol kepada petani agar dapat diuji coba di lahan masing-masing. Pemerintah berharap langkah ini menjadi awal dari adopsi teknologi pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berdampak langsung terhadap peningkatan hasil kebun rakyat.


Di Kebun Induk Hanakau, PHC diketahui telah diterapkan sejak tahun 2025 pada lahan percontohan seluas dua hektare. Hasil uji coba tersebut menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan tanaman kopi yang tidak menggunakan PHC.


Salah satu hasil yang paling menonjol adalah percepatan masa berbuah. Jika bibit kopi dari biji umumnya baru bisa berbuah dan dipanen dalam waktu sekitar tiga tahun, maka dengan penerapan PHC, tanaman kopi disebut sudah bisa mulai berbuah dan dipanen pada usia 1,5 hingga dua tahun.


“Buah kopi terlihat lebih besar, kualitasnya lebih baik, serta pertumbuhan tanaman lebih optimal,” ujar Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.


Temuan tersebut menjadi kabar positif bagi pengembangan kopi Lampung Barat, terutama bagi petani yang selama ini menghadapi tantangan biaya produksi tinggi dan masa tunggu panen yang cukup lama. Dengan masa panen yang lebih cepat, petani berpeluang mempercepat perputaran usaha dan meningkatkan pendapatan.


Usai kegiatan, Wabup Mad Hasnurin menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Lampung terhadap pengembangan sektor kopi di Lampung Barat. Ia menilai kehadiran Gubernur secara langsung di Kebun Induk Hanakau Sukau memberi semangat baru bagi petani sekaligus memperlihatkan komitmen pemerintah dalam memperkuat daya saing kopi daerah.


“Kami mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada Bapak Gubernur Lampung yang telah hadir langsung di Kebun Induk Hanakau untuk melihat potensi kopi Lampung Barat,” ujar Mad Hasnurin.


Menurutnya, kunjungan tersebut bukan hanya simbolis, tetapi juga penting untuk memastikan program peningkatan produktivitas kopi Lampung Barat berjalan di lapangan. Mad Hasnurin berharap inovasi seperti PHC dapat terus dikembangkan dan diperluas agar manfaatnya bisa dirasakan lebih banyak petani.


BACA JUGA : Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Bawa Kabar Baik ke BNS, Rp45 Miliar Digelontorkan untuk Perbaikan Jalan


“Kami berharap program ini dapat terus dikembangkan sehingga kesejahteraan petani kopi semakin meningkat dan kopi Lampung Barat semakin berdaya saing,” katanya.


Lampung Barat sendiri dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi robusta utama di Lampung. Karena itu, penguatan sektor hulu seperti pembibitan, riset varietas, dan inovasi pupuk organik menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan produksi sekaligus meningkatkan kualitas kopi yang dihasilkan petani.


Kunjungan Gubernur Lampung dan Wakil Bupati Lampung Barat ke Kebun Induk Hanakau menunjukkan bahwa pengembangan kopi tidak hanya bergantung pada luas lahan, tetapi juga pada inovasi, kualitas benih, dan pendampingan teknologi kepada petani. Jika pengembangan PHC Kebun Induk Hanakau terus berjalan konsisten, Lampung Barat berpeluang memperkuat posisinya sebagai daerah penghasil kopi unggulan dengan produktivitas yang lebih tinggi dan mutu yang semakin kompetitif.


(smn)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Dampingi Gubernur Lampung, Wabup Mad Hasnurin Dorong Produktivitas Kopi Lampung Barat Lewat PHC di Kebun Induk Hanakau

Terkini

Topik Populer

Iklan