| Foto Bersama saat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat menggelar Rapat Koordinasi Pra-Musrenbang Tematik Stunting Tahun 2026 |
Lampung Barat – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat menggelar Rapat Koordinasi Pra-Musrenbang Tematik Stunting Tahun 2026 sebagai langkah strategis dalam mempercepat pencegahan dan penurunan stunting di daerah tersebut.
Kegiatan Pra-Musrenbang Stunting Lampung Barat 2026 ini berlangsung di Aula Kagungan Setdakab Lampung Barat, Rabu (11/3/2026).
Baca Juga : Pemkab dan Forkopimda Lampung Barat Matangkan Kesiapan Arus Mudik Idulfitri 1447 H
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Lampung Barat, Mad Hasnurin, serta dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Ahmad Hikami, Forkopimda, kepala perangkat daerah, Forum Anak, serta petugas SPPG MBG.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Lampung Barat oleh unsur Pemerintah Daerah, Forkopimda, Forum Anak, serta SPPG MBG.
Wakil Bupati Lampung Barat Mad Hasnurin mengatakan bahwa Pra-Musrenbang Tematik Stunting merupakan bagian penting dari upaya konvergensi percepatan penanganan stunting yang dilakukan secara terpadu.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan dalam menanggulangi stunting secara komprehensif, terintegrasi, dan berkelanjutan.
“Pra-Musrenbang ini merupakan bagian penting dari pelaksanaan aksi konvergensi percepatan pencegahan dan penurunan stunting serta bentuk komitmen bersama dalam menangani permasalahan stunting,” ujarnya.
Baca Juga : RUPSLB PT BPRS Lampung Barat Resmi Kukuhkan Elmansyah sebagai Direktur Kepatuhan
Pemerintah Kabupaten Lampung Barat selama beberapa tahun terakhir terus melakukan berbagai program percepatan pencegahan dan penurunan stunting secara berkesinambungan dan terintegrasi.
Langkah tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang menargetkan prevalensi stunting nasional turun menjadi 14,2 persen pada tahun 2029.
Sementara itu, Pemkab Lampung Barat menargetkan angka stunting di daerah tersebut turun menjadi 15,43 persen pada tahun 2029.
Namun berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024, angka stunting di Kabupaten Lampung Barat masih berada di angka 20,5 persen.
Kondisi tersebut menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat kebijakan, perencanaan pembangunan, serta langkah strategis dalam menurunkan angka stunting.
Baca Juga : Bupati Parosil Terima Audiensi Bhakti Pramuka Unila, BPRU 2026 Siap Digelar di Lampung Barat
Mad Hasnurin menegaskan bahwa keberhasilan percepatan penurunan stunting sangat bergantung pada komitmen, kerja sama, dan sinergi seluruh pemangku kepentingan.
Upaya penanganan stunting di Lampung Barat dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat pekon, kecamatan, hingga kabupaten, dengan melibatkan berbagai sektor terkait.
Ia juga menekankan pentingnya optimalisasi tugas dan fungsi setiap tingkat pemerintahan, karena setiap pekon dan kecamatan memiliki tantangan serta kondisi yang berbeda dalam penanganan stunting.
Oleh karena itu, Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga pekon/kelurahan diharapkan mampu bekerja secara maksimal dengan berbasis data.
Tim tersebut diharapkan dapat mengidentifikasi berbagai tantangan, kendala, serta potensi yang ada di wilayah masing-masing sehingga program penurunan stunting bisa lebih tepat sasaran.
Baca Juga : Bupati Lampung Barat Serahkan Bantuan Pesta Sekura Cakak Buah, Minta Masyarakat Jaga Marwah Budaya Sekura
Sementara itu, Plt Kepala Bappeda Lampung Barat, Eric Enrico, menjelaskan bahwa Pra-Musrenbang Tematik Penanggulangan Stunting merupakan bagian dari proses perencanaan program percepatan penurunan stunting.
Menurutnya, kegiatan ini juga bertujuan untuk melakukan evaluasi kinerja perangkat daerah dalam percepatan pencegahan dan penurunan stunting.
Selain itu, forum ini menjadi wadah untuk menganalisis situasi serta merumuskan usulan program dan kegiatan intervensi percepatan pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Lampung Barat. (*)


