| Mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) |
Lampung Barat – SuaraMediaNews.com | Mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) menghadirkan inovasi dalam pelestarian budaya dan pengembangan potensi lokal melalui Seminung Cultural Festival 2026 yang berlangsung di Kawasan Pasar Tematik, Kecamatan Lumbok Seminung, Kabupaten Lampung Barat.
Mengusung tema "Ragom Budaya Sai Nguatko Kemuaghian Ghik Ngangkat Nilai-Nilai Luhur", festival ini menjadi wadah kolaborasi antara 30 mahasiswa KKN-PPM UGM, pengelola Kawasan Pasar Tematik, dan masyarakat setempat untuk memperkenalkan kekayaan budaya, kuliner, serta potensi wisata Lumbok Seminung kepada masyarakat luas.
Seminung Cultural Festival tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga bertujuan memperkuat rasa bangga masyarakat terhadap identitas budaya daerah. Melalui berbagai kegiatan yang melibatkan warga, festival ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam melestarikan warisan budaya sekaligus membuka peluang pengembangan sektor pariwisata berbasis potensi lokal di Lampung Barat.
Kegiatan berlangsung selama dua hari, yakni 24–25 Juli 2026, dengan menghadirkan berbagai program edukatif, budaya, dan pemberdayaan masyarakat.
BACA JUGA : BRIDA Lampung Barat Sambut 30 Mahasiswa KKN UGM Tahun 2025 di Kecamatan Lumbok Seminung
Pada hari pertama, rangkaian kegiatan dihadiri unsur Kecamatan Lumbok Seminung dan masyarakat setempat. Sejumlah program yang digelar antara lain:
Workshop pembuatan lilin aromaterapi berbahan kopi, yang memberikan edukasi kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan masyarakat mengenai inovasi pemanfaatan kopi sebagai produk bernilai ekonomi.
NILARASA (Nila dan Cita Rasa Nusantara), yaitu lomba menghias tumpeng antarpekon yang mengangkat ikan nila sebagai bahan pangan lokal menjadi sajian kuliner kreatif.
Pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan puskesmas setempat, meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, hingga konsultasi kesehatan.
Mading interaktif bertema "Budaya: Jati Diri Bangsa", sebagai media edukasi yang mengenalkan keberagaman budaya Indonesia kepada masyarakat.
Memasuki hari kedua, Seminung Cultural Festival 2026 dihadiri oleh perwakilan Bupati Lampung Barat melalui Staf Ahli Administrasi Umum, Camat Lumbok Seminung, perwakilan sejumlah organisasi perangkat daerah, Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA), para peratin, pemangku adat, hingga masyarakat umum.
Acara dibuka pada malam hari dan dimeriahkan berbagai pertunjukan seni budaya, di antaranya:
Penampilan Nyambai oleh ibu-ibu perwakilan Lumbok Seminung.
Tari Sembah Batin dan Tari Jaipong dari SDN 1 Lombok Timur.
Tari Zapin Melayu yang dibawakan siswa SDN 1 Lombok.
Penampilan vokal solo putra dan putri dari masyarakat setempat.
Berbagai pertunjukan tersebut menjadi bukti bahwa seni dan budaya lokal masih hidup serta mendapat dukungan dari generasi muda maupun masyarakat.
Selain pentas budaya, mahasiswa KKN-PPM UGM juga menghadirkan program "Pojok Saran Pembangunan Danau Ranau Berbasis Aspirasi Masyarakat Lumbok Seminung."
Melalui papan aspirasi yang disediakan, masyarakat diberikan kesempatan menyampaikan kritik, saran, serta gagasan mengenai pengembangan kawasan Danau Ranau sebagai destinasi wisata unggulan di Lampung Barat. Program ini diharapkan menjadi ruang komunikasi antara masyarakat dan pemangku kepentingan dalam merancang pembangunan kawasan wisata yang lebih berkelanjutan.
Pelaksanaan Seminung Cultural Festival 2026 menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa KKN-PPM UGM kepada masyarakat melalui pendekatan budaya, edukasi, kesehatan, ekonomi kreatif, dan pariwisata.
BACA JUGA : KKN UNIB 2026 di Kaur Libatkan 847 Mahasiswa, Fokus Pengelolaan Sampah Desa
Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa tidak hanya memperkenalkan inovasi kepada masyarakat, tetapi juga mendorong lahirnya peluang ekonomi baru berbasis potensi lokal. Festival ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pengembangan budaya dan pariwisata di Lumbok Seminung sekaligus memperkuat identitas Lampung Barat sebagai daerah yang kaya akan budaya, kuliner, dan destinasi wisata alam.
(Red/smn)

