| Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lampung Barat, Partinia Parosil Mabsus |
Lampung Barat – SuaraMediaNews.com | Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lampung Barat, Partinia Parosil Mabsus, melakukan kunjungan ke SMP Negeri Sekuting Terpadu untuk meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Rabu (15/7/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dalam memperkuat pendidikan karakter sekaligus memberikan pembekalan kepada peserta didik baru sejak awal memasuki lingkungan sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, Partinia didampingi sejumlah kepala perangkat daerah dan disambut oleh jajaran guru serta ratusan siswa baru yang sedang mengikuti rangkaian kegiatan MPLS Lampung Barat.
BACA JUGA : Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Tegaskan Iuran HUT RI ke-81 di RT/RW Wajib Sukarela
Pada kesempatan itu, Ketua TP PKK Lampung Barat memberikan edukasi mengenai pentingnya bijak bermedia sosial, perlindungan hak anak, hingga upaya pencegahan pernikahan dini yang masih menjadi perhatian di berbagai daerah.
Menurut Partinia, kegiatan MPLS tidak hanya bertujuan mengenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru, tetapi juga menjadi momen strategis untuk menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan karakter positif sebagai bekal menghadapi jenjang pendidikan.
"Melalui MPLS ini, anak-anak diharapkan dapat lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Ini juga menjadi waktu yang tepat untuk membangun karakter sejak hari pertama mereka belajar," ujarnya.
Selain memberikan motivasi kepada para siswa, Partinia juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan telepon genggam di kalangan pelajar. Menurutnya, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan secara positif dan mendukung proses belajar, bukan sebaliknya.
Ia menilai peran orang tua dan pihak sekolah sangat penting dalam mengawasi penggunaan gawai agar tidak disalahgunakan untuk aktivitas yang dapat mengganggu perkembangan anak.
"Apabila sekolah memperbolehkan siswa membawa telepon genggam, maka penggunaannya harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan pembelajaran dan tetap berada dalam pengawasan," katanya.
Dalam arahannya, Partinia juga menekankan pentingnya Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) sebagai salah satu langkah mencegah pernikahan anak. Menurutnya, membangun rumah tangga membutuhkan kesiapan fisik, mental, emosional, maupun ekonomi sehingga pernikahan pada usia dini perlu dihindari.
Ia menjelaskan masih terdapat berbagai faktor yang memicu terjadinya pernikahan anak, mulai dari kondisi ekonomi keluarga, kurangnya pemenuhan hak anak, pengaruh lingkungan pergaulan, hingga penggunaan media sosial yang tidak terkendali.
Kondisi tersebut, lanjutnya, berpotensi menyebabkan anak putus sekolah, menghambat masa depan, bahkan meningkatkan risiko terjadinya stunting pada generasi berikutnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya keluarga dan pihak sekolah, untuk terus memberikan pendampingan, edukasi, serta pengawasan kepada anak-anak agar mampu mengambil keputusan terbaik bagi masa depan mereka.
Di penghujung kegiatan, Partinia Parosil Mabsus berharap seluruh peserta didik mampu memanfaatkan masa sekolah untuk mengembangkan potensi diri, menjaga akhlak, serta menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.
Ia optimistis pendidikan karakter yang ditanamkan sejak dini akan melahirkan generasi muda Lampung Barat yang sehat, cerdas, berprestasi, dan siap menjadi penerus pembangunan daerah.
"Dengan pembinaan sejak awal melalui MPLS, kami berharap para siswa tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, bijak dalam menggunakan teknologi, serta memiliki semangat belajar yang tinggi demi masa depan yang lebih baik," tutupnya.
(Fit/smn)


