| [ pohon asem yang dianggap dan memiliki nilai sejarah bagi masyarakat setempat ] |
Gresik, Jatim - SuaraMediaNews.com | Warga masyarakat Desa Petes Benem, Kecamatan Duduk Sampean Kabupaten Gresik melaporkan penebangan pohon asem yang dianggap dan memiliki nilai sejarah bagi masyarakat setempat. Pohon diarea telaga desa itu diketahui telah tumbang setelah ditebang oleh pihak yang belum diketahui secara pasti.
Dalam peristiwa penebangan pohon asem itu yang diyakini memiliki keterkaitan dengan leluhur desa, Mbah buyut pupon.selain pohon asem, sedikitnya 11 pohon trembesi di sekitar lokasinya juga ikut ditebang warga masyarakat marah sehingga menempuh jalur hukum.
BACA JUGA : Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga di Teluk Betung Selatan, BPBD Bandar Lampung Lakukan Evakuasi Cepat
"Ahsin", pemuda desa setempat mengatakan warga memergoki aktivitas penebangan sekitar dua pekan lalu. Saat itu warga sempat mengamankan seorang pria yang diduga terlibat dalam kegiatan tersebut.
Sekitar dua pekan lalu warga mengetahui ada aktivitas penebangan pohon asem yang selama ini dianggap sakral , sekarang pohonya sudah roboh . Selain itu ada sekitar 11 pohon trembesi yang juga di tebang " ujar ahsin kamis 4/6/2026 .
Menurut pohon asem tersebut bukan sekedar pohon tua , melainkan bagian dari sejarah dan tradisi masyarakat Desa Petes Benem
Setiap tahun warga menggelar doa bersama dan berbagai kegiatan adat di lokasi tersebut dalam rangka haul mbah buyut pupon.
BACA JUGA : KPK Tahan Tiga Tersangka Korupsi Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan, Negara Rugi Rp35,7 Miliar
Berdasarkan cerita dari sesepuh desa , pohon asem itu dulunya menjadi tempat penyimpanan benda benda pusaka milik leluhur desa. Karena itu keberadaanya memiliki nilai budaya dan spiritual bagi warga masyarakat desa petes benem setempat dan ada nilai sejarahnya juga" jelasnya.
Selain menjadi lokasi kegiatan haul, area pohon asem tersebut juga sering digunakan warga untuk berbagai tradisi desa. Seperti walimatul ursy , sedekah bumi, dan kegiatan kegiatan keagamaan lainya.
Ahsin mengatakan , pemerintah desa petes benem telah memfasilitasi mediasi antara warga, pihak yang diduga terlibat , polsek duduksampean , serta koramil setempat namun warga akirnya sepakat untuk menempuh jalur hukum agar kasus tersebut dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
Dan sudah kita laporkan ke polsek duduksampean " pungkasnya.
BACA JUGA : KPK Tahan Tiga Orang Dari Empat Tersangka Korupsi Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan
Kapolsek duduksampean "AKP Bakri" membenarkan adanya laporan dari warga terkait dugaan penebangan pohon tersebut . Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap fakta dan pihak yang bertanggung jawab
" benar ada pengaduan terkait penebangan pohon yang dipercaya warga sebagai pohon keramat , saat ini masih dalam tahap penyelidikan " kata AKP Bakri.
(Budi)



