| Kunjungan kerja Bupati Lambar ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung |
Lampung – SuaraMediaNews.com | Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung pada Kamis (16/04).
Agenda ini bertujuan menjajaki dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR) guna meningkatkan produksi, nilai tambah, serta daya saing kopi robusta dan kakao Lampung Barat.
Baca Juga : Apel Sabuk Kamtibmas Polres Lampung Barat Perkuat Sinergi, Ciptakan Situasi Aman dan Kondusif
Dalam pertemuan tersebut, Parosil memaparkan bahwa kopi robusta Lampung Barat merupakan salah satu komoditas unggulan yang menjadikan daerah ini sebagai sentra terbesar di Provinsi Lampung.
Selain itu, komoditas kakao juga mulai menunjukkan perkembangan positif, terutama di wilayah Suoh, Bandar Negeri Suoh, dan Batu Brak.
Meski memiliki potensi besar, pengembangan kopi robusta Lampung Barat masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah produktivitas yang belum optimal akibat banyaknya tanaman tua yang membutuhkan peremajaan.
Dari sisi hilirisasi, sebagian besar hasil panen masih dijual dalam bentuk green bean dengan kualitas yang belum merata karena keterbatasan teknologi pascapanen.
Baca Juga : Waspada! Modus Penipuan ASN Mengatasnamakan BKN Kembali Muncul, Gunakan Link Palsu
Di sisi lain, peluang pasar kopi robusta Lampung Barat dinilai sangat menjanjikan. Permintaan, baik dari pasar domestik maupun internasional, terus meningkat, khususnya dari negara-negara di Eropa dan Asia.
Kondisi ini membuka ruang besar untuk mendorong hilirisasi melalui pembangunan fasilitas produksi, pengolahan, hingga penguatan UMKM berbasis kopi.
Pemerintah daerah sendiri telah menggulirkan berbagai program pendukung, seperti Sekolah Kopi, bantuan sarana pascapanen, serta pengembangan wisata berbasis kopi yang semakin memperkuat identitas Lampung Barat sebagai daerah penghasil kopi robusta berkualitas.
Dalam kesempatan tersebut, Parosil juga mengusulkan sejumlah program kolaborasi melalui CSR Bank Indonesia. Salah satunya adalah penyelenggaraan Festival Jemur Kopi sebagai ajang promosi berbasis komoditas lokal.
Kegiatan ini dirancang menampilkan proses penjemuran kopi secara massal yang dipadukan dengan pameran UMKM, edukasi kopi, serta pertunjukan seni budaya.
Baca Juga : Aturan Baru Pajak Kendaraan Bermotor 2026, Tanpa KTP Pemilik Lama, Cukup Kwitansi dan KTP Sendiri
Festival ini diharapkan mampu meningkatkan branding kopi robusta Lampung Barat, menarik kunjungan wisatawan, serta mempertemukan petani, pelaku usaha, dan pasar dalam satu ekosistem.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi tentang pentingnya kualitas pascapanen dalam menentukan mutu kopi.
Tak hanya itu, Pemkab Lampung Barat juga berencana menata ulang UMKM yang berkembang di Sekolah Kopi melalui penyediaan fasilitas container booth. Fasilitas ini diharapkan dapat menciptakan ruang usaha yang lebih tertata, representatif, sekaligus memperkuat fungsi Sekolah Kopi sebagai pusat eduwisata kopi.
Adapun usulan pembangunan sebanyak empat unit container booth dengan estimasi biaya sekitar Rp150 juta per unit.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Aprilianto, menyambut positif langkah Pemerintah Kabupaten Lampung Barat.
Baca Juga : Pajak Kendaraan 2026 Tanpa KTP Pemilik Lama Segera Berlaku Nasional, Ini Syarat dan Ketentuannya
Ia menyampaikan bahwa pengembangan UMKM dan komoditas unggulan daerah merupakan bagian dari fokus program sosial Bank Indonesia.
Pihaknya akan melakukan kajian lebih lanjut terhadap usulan tersebut dan menyesuaikannya dengan program CSR yang tersedia. (red)

