BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem 2–8 Maret 2026, Bibit Siklon Tropis Tumbuh di Selatan Jawa

terkini

iklan

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem 2–8 Maret 2026, Bibit Siklon Tropis Tumbuh di Selatan Jawa

SUARA MEDIA NEWS
07 Maret 2026, 03:04 WIB Last Updated 2026-03-06T20:04:44Z

 

Cuaca Ektrem
Gambar Ilustrasi : AI


JakartaSuaraMediaNews.com | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem di Indonesia pada periode 2–8 Maret 2026. Peringatan ini menyusul munculnya bibit siklon tropis di selatan Pulau Jawa yang diperkirakan dapat memicu peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah.


Dalam laporan prospek cuaca mingguan BMKG, dinamika atmosfer yang terjadi saat ini berpotensi menyebabkan hujan lebat, kilat/petir, hingga angin kencang di berbagai daerah di Indonesia.


Baca Juga : Cuaca Hari Ini di Indonesia: BMKG Peringatkan Hujan Lebat & Petir di Banyak Wilayah


BMKG mencatat dalam periode 26 Februari hingga 1 Maret 2026 telah terjadi hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem di beberapa wilayah Indonesia.


Curah hujan ekstrem tercatat di Papua Barat mencapai 133,2 mm per hari. Sementara itu hujan lebat juga terjadi di beberapa daerah lain, di antaranya : DI Yogyakarta: 79,6 mm/hari, Surabaya: 71,2 mm/hari, Maluku Utara: 57,8 mm/hari


Selain itu, hujan ringan hingga sedang juga terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia dengan intensitas yang bervariasi.


Peningkatan curah hujan tersebut dipicu oleh kombinasi berbagai fenomena atmosfer yang mendukung pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia.


Baca Juga : Waspada Desember 2025–Februari 2026, Cuaca Indonesia Bakal ‘Sibuk’, BMKG Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi


BMKG menjelaskan salah satu faktor utama yang memengaruhi kondisi cuaca adalah Bibit Siklon Tropis 90S yang terpantau berada di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah.


Fenomena ini diperkuat oleh beberapa dinamika atmosfer lainnya, seperti : Pertemuan angin monsun dari utara dengan angin baratan dari Samudra Hindia, Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) pada fase 3 hingga 4 dan Aktivitas gelombang ekuator Kelvin dan Rossby.


Kombinasi fenomena tersebut meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di banyak wilayah Indonesia. BMKG juga menyebutkan bahwa fenomena La Niña lemah masih terdeteksi berdasarkan nilai Niño 3.4 dan Southern Oscillation Index (SOI).


Kondisi ini berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan, terutama di wilayah Indonesia bagian timur. Selain itu, terdapat beberapa sistem tekanan rendah yang diprediksi berada di Samudra Pasifik utara Papua, Teluk Carpentaria, Pesisir barat laut Australia.


Baca Juga : Cuaca Ekstrem Lampung Hari Ini, BMKG Ingatkan Warga untuk Tingkatkan Kewaspadaan


Sistem ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi angin, yang semakin mendukung pertumbuhan awan hujan di sekitarnya. Pada periode 2 hingga 4 Maret 2026, cuaca di Indonesia umumnya didominasi hujan ringan hingga sedang.


Namun, BMKG memperingatkan adanya potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah seperti :

Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Pegunungan, dan Papua.


BMKG juga menetapkan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat untuk wilayah : BantenJawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan.


Sementara potensi angin kencang diperkirakan terjadi di : DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Maluku, Papua Selatan.


Pada periode 5 hingga 8 Maret 2026, hujan ringan hingga sedang masih mendominasi cuaca di Indonesia.


Baca Juga : Waspada Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Lampung, Kamis 23 Oktober 2025


Namun peningkatan hujan sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di banyak wilayah, termasuk :

Sumatra Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.


BMKG menetapkan wilayah siaga hujan lebat hingga sangat lebat pada periode ini meliputi : Sumatra Selatan, Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur.


Sementara potensi angin kencang diperkirakan terjadi di : Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Maluku


BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti : banjir, tanah longsor, pohon tumbang, gelombang tinggi dan gangguan transportasi.


Baca Juga : BMKG: Sejumlah Wilayah Lampung Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang pada 9–10 Oktober 2025


Kondisi cuaca yang dapat berubah cepat juga perlu diperhatikan terutama bagi masyarakat yang melakukan perjalanan darat, laut, dan udara, serta aktivitas luar ruang seperti ibadah dan wisata.


BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini cuaca ekstrem melalui : Website resmi BMKG, Aplikasi InfoBMKGMedia sosial @infoBMKG

Informasi cuaca akan terus diperbarui mengikuti perkembangan kondisi atmosfer terkini.

(smn)



Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem 2–8 Maret 2026, Bibit Siklon Tropis Tumbuh di Selatan Jawa

Terkini

Iklan

Close x