| kearifan lokal Lampung Barat |
Lampung Barat – SuaraMediaNews.com | Pemerintah Kabupaten Lampung Barat resmi meluncurkan Kekuhan (kentongan bambu) sebagai sistem peringatan dini berbasis kearifan lokal. Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus di SMP Negeri 1 Liwa, Kamis (12/2/2026).
Peluncuran Kekuhan ditandai dengan pemukulan kentongan bambu oleh Bupati Parosil Mabsus yang kemudian diikuti seluruh tamu undangan. Kegiatan ini menjadi simbol dimulainya kembali pemanfaatan alat tradisional sebagai media komunikasi dan mitigasi bencana di Lampung Barat.
BACA JUGA : Pemkab Lampung Barat Matangkan Penataan Kota Liwa 2026, Bupati Tekankan Pembangunan Tertib dan Berkelanjutan
Bupati Parosil Mabsus menjelaskan, ditetapkannya Kekuhan sebagai alarm peringatan dini bukan tanpa alasan. Selain memiliki nilai historis, Kekuhan sejak dahulu telah digunakan masyarakat sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan berbagai informasi penting.
“Pada masa lalu, Kekuhan berfungsi sebagai alarm masyarakat, baik untuk menyampaikan kabar penting, peristiwa darurat, hingga penanda waktu ibadah salat,” ujar Parosil.
Meski perkembangan teknologi semakin modern, Parosil menegaskan bahwa kearifan lokal Lampung Barat harus tetap dijaga dan dilestarikan. Ia berharap Kekuhan dapat kembali menjadi alat komunikasi efektif di tengah masyarakat.
BACA JUGA : 208 Calon Jemaah Haji Lampung Barat Ikuti Manasik Terintegrasi, Bupati Tekankan Kesiapan Fisik dan Spiritual
Sebagai daerah yang rawan bencana, Lampung Barat memiliki karakter geografis berupa perbukitan dan dilalui langsung oleh Sesar Semangko. Kondisi ini membuat sistem peringatan dini menjadi kebutuhan penting.
“Kentongan adalah alat tradisional yang bisa digunakan dalam kondisi apa pun. Jika terjadi bencana, Kekuhan dapat menjadi sarana cepat untuk memberi peringatan kepada masyarakat, sehingga diharapkan tidak menimbulkan korban jiwa,” jelas Parosil.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Barat untuk terus menghidupkan kembali Kekuhan sebagai bagian dari upaya membangun kabupaten tangguh bencana.
Dalam kesempatan tersebut, Parosil Mabsus turut menyinggung program “Kamis Beradap” yang dicanangkan Gubernur Lampung Mirzani Djausal. Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Lampung Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menerapkan kebijakan berpakaian adat setiap hari Kamis.
“Kami mengimbau agar seluruh jajaran mengikuti kebijakan ini, yakni menggunakan batik khas Lampung dan Injang Miwang (sarung menangis) setiap Kamis,” katanya.
BACA JUGA : Bupati Parosil Hadiri Pengajian Akbar SILATDA II Harlah NU ke-100 di Sekincau
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Lampung Barat, Padang Priyo Utomo, menjelaskan bahwa Kekuhan ditetapkan sebagai sistem peringatan dini berbasis kearifan lokal untuk mendukung visi Bupati dan Wakil Bupati Parosil Mabsus–Mad Hasnurin dalam mewujudkan Lampung Barat sebagai daerah tangguh bencana.
Ia merinci tujuh pola ketukan Kekuhan sebagai kode komunikasi masyarakat, yaitu:
Tiga ketukan pendek diulang tiga kali: menandakan ada warga meninggal dunia.
Dua ketukan pendek diulang tiga kali: menandakan terjadi kemalingan.
Tiga ketukan pendek diulang tiga kali: menandakan kebakaran rumah.
Empat ketukan pendek diulang tiga kali: menandakan bencana alam seperti banjir atau longsor.
Lima ketukan pendek diulang tiga kali: menandakan kemalingan ternak.
Satu ketukan pendek, diikuti sepuluh ketukan panjang, lalu satu ketukan pendek: panggilan gotong royong.
Ketukan panjang berulang-ulang: menandakan kondisi bahaya atau darurat.
Acara peresmian Kekuhan ini turut dihadiri Wakil Bupati Lampung Barat Mad Hasnurin, Ketua DPRD Edi Novial, Sekretaris Daerah Nukman, Ketua TP PKK Partinia Parosil Mabsus, para asisten, staf ahli, kepala perangkat daerah, serta para dewan guru.
BACA JUGA : 5 OPD Berkinerja Terbaik di Lampung Barat Terima Penghargaan dari Wakil Bupati
Dengan peluncuran ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat berharap Kekuhan tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga menjadi alat strategis mitigasi bencana dan penguatan solidaritas sosial masyarakat.
(Fit/smn)

