Pentingnya Punya Teman Berbagi Cerita, Baik untuk Kesehatan Mental dan Fisik

terkini

iklan kanan juga

Pentingnya Punya Teman Berbagi Cerita, Baik untuk Kesehatan Mental dan Fisik

SUARA MEDIA NEWS
12 Februari 2026, 11:18 WIB Last Updated 2026-02-12T04:18:21Z

 

Artikel
Ilustrasi/Foto: Freepik.com/freepik


Artikel - SuaraMediaNews.com | Setiap orang membutuhkan setidaknya satu orang teman berbagi cerita dalam hidupnya. Terutama saat menghadapi perasaan cemas, frustrasi, takut, atau tertekan. Berbagi cerita bukan hanya soal meluapkan emosi, tetapi juga memiliki dampak besar terhadap kesehatan mental dan fisik.


Psikolog klinis asal Singapura, Dr. Shawn Ee, menjelaskan bahwa bercerita kepada orang lain bukan semata-mata keinginan untuk mendapatkan bantuan atau solusi.


“Berbagi cerita juga memiliki manfaat psikologis karena memungkinkan seseorang mengungkapkan kekhawatiran dan frustrasi secara aman, tanpa merasa terancam,” kata Dr. Shawn Ee kepada Asia One.


Dalam konteks kesehatan mental, berbagi cerita membantu seseorang melepaskan tekanan emosional yang selama ini dipendam. Ketika emosi negatif dibiarkan menumpuk, risiko munculnya kecemasan berlebih, kemarahan, hingga depresi menjadi lebih besar.


Penelitian yang dimuat dalam jurnal Emotion Review (2009) menyebutkan bahwa berbagi cerita merupakan salah satu mekanisme koping (coping mechanism) yang efektif untuk mengurangi stres. Dengan menceritakan beban pikiran kepada orang lain, tekanan emosional perlahan dapat berkurang.


Tak hanya berdampak pada kondisi psikologis, berbagi cerita juga berpengaruh terhadap kesehatan fisik. Hal ini berkaitan dengan hubungan erat antara pikiran dan tubuh.


Memendam emosi negatif atau menghindari pembicaraan tentang hal-hal yang menimbulkan stres dapat memicu lonjakan hormon stres dalam tubuh. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi melemahkan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko penyakit kronis, seperti penyakit jantung.


Sebaliknya, ketika seseorang mampu mengekspresikan emosinya secara sehat, tubuh pun merespons dengan lebih baik.


Meski memiliki banyak manfaat, Dr. Shawn Ee mengingatkan bahwa berbagi cerita juga perlu dilakukan dengan bijak. Tidak semua orang siap atau mampu menjadi pendengar yang baik.


“Penting untuk bertanya terlebih dahulu apakah orang tersebut bersedia mendengarkan cerita kita atau tidak. Bisa jadi ia tidak memiliki waktu dan perhatian yang dibutuhkan,” ujar Ee.


Jika cerita dibagikan kepada orang yang tidak siap, ada risiko justru menambah stres. Teman bisa ikut merasa cemas atau tidak fokus mendengarkan, sehingga orang yang bercerita merasa diabaikan dan tidak dipedulikan.


Karena itu, setiap orang perlu selektif memilih teman berbagi cerita. Tidak semua orang memiliki empati, dapat dipercaya, atau mampu menjaga kerahasiaan.


Sebelum bercerita, tanyakan pada diri sendiri:

  • Apakah ingin mendapat solusi dan nasihat?

  • Atau hanya ingin didengarkan dan dipahami?


Memahami tujuan bercerita akan membantu menentukan kepada siapa cerita tersebut sebaiknya disampaikan.


Hal lain yang perlu diperhatikan adalah isi dan frekuensi cerita. Menceritakan masalah yang sama secara berulang tanpa upaya menyelesaikan akar persoalan bisa membuat teman merasa lelah atau tidak mampu membantu.


“Ini bisa menjadi tanda bahwa seseorang belum siap menghadapi inti masalahnya. Dalam kondisi seperti ini, teman mungkin tidak bisa memberikan pertolongan yang dibutuhkan,” jelas Ee.


Jika berbagi cerita kepada teman justru menambah rasa frustrasi atau stres, tidak ada salahnya mencari bantuan dari tenaga profesional, seperti psikolog atau psikiater. Bercerita kepada profesional dapat membantu mengelola emosi negatif secara lebih terarah, sekaligus menemukan solusi yang tepat.


Mencari bantuan profesional bukan tanda kelemahan, melainkan bentuk kepedulian terhadap kesehatan mental diri sendiri.

(*smn)



Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Pentingnya Punya Teman Berbagi Cerita, Baik untuk Kesehatan Mental dan Fisik

Terkini

Iklan