Palembang - SuaraMediaNews.com | Bulan suci Ramadhan selalu membawa suasana khas yang sulit ditemukan di bulan lainnya. Salah satu tradisi yang paling melekat di tengah masyarakat Indonesia adalah budaya berburu takjil menjelang waktu berbuka puasa. Aktivitas ini bukan sekadar mencari makanan, tetapi juga menjadi bagian dari kebersamaan, kegembiraan, dan denyut ekonomi rakyat selama bulan puasa.
Menjelang sore hari, jalanan, pasar dadakan, hingga sudut-sudut kampung mulai ramai oleh warga yang ngabuburit sambil berburu takjil Ramadhan. Aneka jajanan tradisional seperti kolak, es buah, gorengan, hingga kue basah tersaji menggoda selera.
BACA JUGA : Suasana Ramadan Mulai Terasa Meski Masih Sepekan Lagi
Bagi banyak orang, berburu takjil sudah menjadi rutinitas wajib. Bahkan, meski menu berbuka di rumah sudah tersedia, tetap saja ada rasa kurang lengkap tanpa membeli takjil di luar. Inilah yang menjadikan budaya ini terus hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Di balik ramainya pemburu takjil, terdapat para pedagang yang memanfaatkan momentum Ramadhan sebagai peluang usaha takjil. Mulai dari pedagang kaki lima, ibu rumah tangga, hingga pelaku UMKM, berlomba-lomba menghadirkan menu berbuka yang lezat dan terjangkau.
Menjual takjil bukan hanya soal keuntungan, tetapi juga tentang berbagi kebahagiaan. Banyak penjual yang mengaku senang karena dagangannya menjadi bagian dari momen berbuka puasa keluarga lain.
Jika Anda sedang mencari takjil enak, murah, dan higienis, jangan lewatkan Stan Takjil “Berkah Ramadhan” yang hadir dengan beragam pilihan menu favorit. Mulai dari kolak pisang legit, es buah segar, aneka gorengan renyah, hingga jajanan tradisional khas daerah—semuanya tersedia lengkap setiap sore.
Datang lebih awal dan nikmati harga ramah kantong, porsi melimpah, serta diskon khusus pembelian paket berbuka. Cocok untuk keluarga, teman, maupun dibawa pulang ke rumah. Stan Takjil “Berkah Ramadhan” buka setiap hari selama bulan puasa, mulai pukul 15.30 WIB hingga menjelang magrib.
BACA JUGA : Tradisi Unik di Berbagai Daerah Indonesia dalam Menyambut Bulan Ramadhan
Budaya berburu dan menjual takjil di bulan puasa bukan hanya tentang makanan, tetapi juga tentang interaksi sosial. Ada senyum penjual, tawar-menawar ringan, hingga obrolan santai antar pembeli yang menciptakan suasana hangat khas Ramadhan.
Tradisi ini menjadi bukti bahwa Ramadhan tidak hanya menguatkan nilai spiritual, tetapi juga mempererat hubungan sosial dan menggerakkan roda ekonomi masyarakat.
Dengan terus menjaga dan merawat budaya berburu takjil Ramadhan, kita ikut melestarikan tradisi yang penuh makna—sekaligus mendukung pelaku usaha kecil agar terus tumbuh dan berkembang di bulan yang penuh berkah ini.
(editor:san/smn)

