PALEMBANG – SuaraMediaNews.com | Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumatera Selatan , Indra Bangsawan , menyatakan kesiapannya untuk membantu proses evakuasi pemuda Palembang yang terjebak di Kamboja . Pernyataan ini disampaikan menyusul ramainya pemberitaan terkait dugaan penipuan kerja dan perdagangan orang yang menimpa belasan pemuda asal Sumatera Selatan.
Indra menjelaskan, pihaknya telah menerima arahan langsung dari Herman Deru untuk menangani kasus tersebut secara serius dan terkoordinasi. Saat ini, Disnakertrans Sumsel tengah menjalin komunikasi intensif dengan BP3MI Sumatera Selatan , aparat kepolisian, serta Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kamboja guna memverifikasi data dan kondisi terkini para korban.
BACA JUGA : Kukuhkan DPW PKB Sumsel, Waketum Cucun Sampaikan Pesan Gus Muhaimin, PKB Harus Naik Kelas
“Informasi sementara yang kami terima, para pemuda Palembang tersebut berada di perlindungan KBRI Kamboja. Kendalanya saat ini adalah batasan biaya untuk pemulangan,” ujar Indra kepada awak media, Rabu (18/2/2026).
Menurutnya, pemerintah daerah tengah mengupayakan berbagai skema bantuan agar para korban dapat dipulangkan ke Indonesia dengan aman . “Prioritas kami adalah keselamatan. Kami sedang mengeksplorasi bantuan pemerintah dan kerja sama lintas instansi untuk mempercepat kepulangan mereka,” tegasnya.
Indra juga mengingatkan masyarakat bahwa Indonesia tidak memiliki kerja sama resmi pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Kamboja . Ia menilai tawaran kerja bergaji tinggi tanpa prosedur yang jelas merupakan modus yang sering digunakan pelaku kejahatan untuk menjerat korban.
“Kalau ada tawaran kerja ke luar negeri dengan janji gaji besar tapi tanpa dokumen dan jalur resmi, itu patut dicurigai. Jalur resmi PMI adalah kunci agar terhindar dari penipuan,” jelasnya.
BACA JUGA : M Yusuf Malaya Dilantik Jadi Ketua Umum PMPB Sumsel, Tegaskan Komitmen Anti Bentrok dan Program Berdampak Nyata
Sebagai langkah pencegahan, Disnakertrans Sumsel terus menggencarkan sosialisasi bahaya penipuan kerja luar negeri melalui media sosial hingga kegiatan langsung di tingkat kelurahan. Indra juga mengimbau peran aktif orang tua dalam mengawasi anak-anak agar tidak mudah tergiur janji manis yang tidak masuk akal.
“Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran bersama. Pastikan setiap rencana bekerja di luar negeri dilakukan melalui prosedur resmi dan lembaga yang berwenang,” tutupnya.
Dengan langkah cepat dan koordinasi lintas instansi, Disnakertrans Sumsel optimistis pemuda Palembang korban penipuan kerja di Kamboja dapat segera kembali ke Tanah Air dengan selamat.
BACA JUGA : Pengajian Akbar Ramadhan 1447 H, Bupati Lampung Barat Parosil Tegaskan Pembangunan Tak Bisa Instan
(Lilis)

