| Komedian senior Simson Rarameha Ngadang, yang lebih dikenal dengan nama Temon atau Temon Templar (Foto :Dok Instagram Temontemplar27) |
JAKARTA – Suara Media News | Dunia hiburan Indonesia kembali kehilangan salah satu sosok terbaiknya. Komedian senior Simson Rarameha Ngadang, yang lebih dikenal dengan nama Temon atau Temon Templar, meninggal dunia pada Minggu, 12 Juli 2026, pukul 08.42 WIB, dalam usia 59 tahun.
Kepergian pria yang dikenal melalui berbagai program komedi televisi ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan para penggemarnya di seluruh Indonesia.
Berdasarkan keterangan keluarga, pagi itu kondisi Temon mendadak menurun. Salah satu anaknya menghubungi anggota keluarga lainnya untuk memberi tahu bahwa sang ayah telah dilarikan ke rumah sakit karena mengalami kondisi darurat.
Putri kelima Temon, Rika Irlani atau yang akrab disapa Rambu, mengaku sempat menerima kabar bahwa ayahnya sedang mendapatkan penanganan medis. Namun tidak lama kemudian, keluarga kembali menerima kabar yang jauh lebih menyedihkan, yakni Temon telah mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 08.42 WIB.
Pihak keluarga mengungkapkan bahwa Temon memiliki riwayat hipertensi (darah tinggi). Sejumlah laporan juga menyebutkan bahwa penyebab meninggalnya diduga akibat serangan jantung yang terjadi secara mendadak.
Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah Temon dibawa ke rumah duka yang beralamat di:
Blok E Nomor 42, Pondok Karya, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Rumah duka sejak siang hari dipenuhi keluarga besar, kerabat, tetangga, serta rekan-rekan artis yang datang memberikan penghormatan terakhir.
Karangan bunga ucapan belasungkawa memenuhi halaman rumah duka sebagai bentuk penghormatan kepada komedian yang telah puluhan tahun menghibur masyarakat Indonesia. Sahabat sekaligus partner komedinya, Abdel Achrian, juga tampak sangat terpukul atas kepergian Temon.
Suasana duka begitu terasa selama proses persemayaman. Anak-anak Temon tampak berusaha tegar meski tidak mampu menyembunyikan kesedihan mereka.
Rambu mengungkapkan bahwa pesan terakhir sang ayah adalah agar seluruh anak-anaknya selalu menjadi pribadi yang baik dan tidak merepotkan orang lain. Pesan sederhana tersebut kini menjadi kenangan yang akan selalu dikenang oleh keluarga.
Banyak rekan sesama artis mengenang Temon sebagai sosok yang rendah hati, humoris, serta selalu membawa suasana ceria di lokasi syuting maupun kehidupan sehari-hari.
Setelah disemayamkan di rumah duka dan dilakukan ibadah pelepasan bersama keluarga, jenazah Temon kemudian diberangkatkan menuju TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, untuk dimakamkan pada Senin, 13 Juli 2026.
Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dan dihadiri keluarga, sahabat, rekan artis, serta para pelayat yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum. Isak tangis keluarga mengiringi prosesi penurunan jenazah ke liang lahat, menandai berakhirnya perjalanan hidup salah satu komedian yang pernah menghiasi layar kaca Indonesia selama puluhan tahun.
Temon dikenal sebagai komedian yang memiliki gaya humor khas dan pernah meraih popularitas besar melalui sitkom "Abdel Temon Bukan Superstar". Selain sebagai komedian, ia juga aktif sebagai aktor dan penyiar radio.
Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi industri hiburan Indonesia. Ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai kalangan, mulai dari artis, tokoh publik, hingga masyarakat yang tumbuh bersama tayangan-tayangan komedinya.
Kepergian Temon meninggalkan jejak panjang dalam dunia hiburan Indonesia. Tawa yang selama ini ia hadirkan kini berubah menjadi kenangan yang akan selalu hidup di hati keluarga, sahabat, dan jutaan penggemarnya.
Meski telah berpulang, karya dan dedikasinya sebagai pelawak, aktor, dan penghibur akan terus dikenang sebagai bagian dari sejarah komedi Indonesia. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan menghadapi kehilangan ini.
(*)


