Dekranasda Lampung Gandeng Batik Keris, Wastra Khas Lampung Siap Tembus Pasar Nasional

hilltopads

terkini

Dekranasda Lampung Gandeng Batik Keris, Wastra Khas Lampung Siap Tembus Pasar Nasional

SUARA MEDIA NEWS
18 Juli 2026, 22:52 WIB Last Updated 2026-07-18T15:52:31Z

 

Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Lampung
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama jajaran Dekranasda dan manajemen Batik Keris meninjau langsung gerai yang berada di Lantai 1 Mall Boemi Kedaton (Foto :diskominfotik prov. lampung)


Bandar LampungSuaraMediaNews.com | Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Lampung terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat industri kreatif Lampung sekaligus melestarikan kekayaan budaya daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi strategis dengan Batik Keris, salah satu merek ritel batik nasional, yang resmi membuka gerainya di Mall Boemi Kedaton, Bandar Lampung, Sabtu (18/7/2026).


Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam memperkenalkan wastra khas Lampung kepada pasar nasional sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi promosi budaya dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.


BACA JUGA : Wali Kota Eva Dwiana Tinjau Kesiapan Bandar Lampung Expo 2026, Siap Meriahkan HUT ke-344 Kota Bandar Lampung


Ketua Dekranasda Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, mengatakan kerja sama dengan Batik Keris merupakan bagian dari strategi Pemerintah Provinsi Lampung untuk menghadirkan ruang promosi yang lebih besar bagi produk-produk unggulan daerah.


Menurutnya, keberadaan Batik Keris di Lampung tidak hanya membuka peluang investasi, tetapi juga menjadi etalase bagi motif-motif khas Lampung agar semakin dikenal masyarakat Indonesia.


"Kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk memperluas promosi wastra Lampung sekaligus membuka ruang pemasaran yang lebih luas bagi produk budaya daerah," ujar Wulan.


Dalam proses pengembangan desain, Dekranasda memastikan setiap motif yang dihadirkan tetap mempertahankan nilai budaya Lampung.


Wulan menjelaskan bahwa pihaknya telah berkonsultasi dengan sejumlah tokoh budaya Lampung, di antaranya Ansori Djausal dan Umi Ria, guna memastikan penempatan ornamen khas Lampung dilakukan secara tepat dan sesuai dengan nilai filosofinya.


Beberapa ikon budaya yang diangkat antara lain:

  • Siger Lampung.

  • Kapal tradisional.

  • Daun kopi.

  • Biji lada.

  • Ragam ornamen khas Lampung lainnya.


Pendekatan tersebut bertujuan agar setiap produk tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga tetap menghormati makna budaya yang diwariskan secara turun-temurun.


BACA JUGA : Verifikasi BNPB Usulan Penanganan Bencana di Lampung Barat, Bupati Parosil Berharap Rehabilitasi Infrastruktur Segera Direalisasikan


Salah satu inovasi dalam kolaborasi ini adalah penyematan hangtag (label informasi) pada setiap produk Batik Keris bermotif Lampung.


Label tersebut berisi penjelasan mengenai filosofi, sejarah, dan makna dari setiap motif yang digunakan.


Dengan cara ini, konsumen tidak hanya membeli produk fesyen, tetapi juga memperoleh pengetahuan mengenai kekayaan budaya Lampung.


Langkah tersebut dinilai sebagai upaya edukatif yang dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap warisan budaya Indonesia.


Dekranasda Provinsi Lampung juga menargetkan perluasan pasar kepada kalangan Generasi Z dan milenial.


Untuk menjangkau segmen tersebut, desain motif Lampung dikembangkan dalam konsep yang lebih modern, elegan, dan ready to wear, sehingga cocok digunakan dalam berbagai kesempatan, baik acara formal maupun kasual.


Melalui inovasi tersebut, motif tradisional Lampung diharapkan semakin dekat dengan gaya hidup generasi muda tanpa kehilangan identitas budayanya.


Salah satu nilai strategis kerja sama ini adalah jaringan distribusi nasional yang dimiliki Batik Keris.


Produk-produk bermotif khas Lampung nantinya akan dipasarkan melalui lebih dari 120 gerai Batik Keris yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.


Langkah ini diyakini akan memperluas jangkauan promosi budaya Lampung sekaligus meningkatkan daya saing produk wastra daerah di pasar nasional.


"Berbagai ornamen khas Lampung harus terus dikembangkan melalui inovasi desain, peningkatan kualitas, serta promosi yang berkelanjutan sehingga menjadi kebanggaan masyarakat Lampung sekaligus diminati pasar yang lebih luas," kata Wulan.


Pada kesempatan yang sama, Komisaris Utama Batik Keris, Lina Handianto Tjokrosaputro, menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin dengan Dekranasda Provinsi Lampung.


Ia berharap kehadiran Batik Keris di Lampung tidak hanya menjadi destinasi belanja, tetapi juga menjadi media edukasi budaya bagi masyarakat.


"Kami berharap kehadiran Batik Keris di Lampung menjadi ruang untuk semakin mengenal dan mencintai budaya Indonesia. Kami juga berharap mendapatkan dukungan masyarakat Lampung agar terus berkembang di tingkat nasional," ujarnya.


Peresmian gerai Batik Keris ditandai dengan pemukulan gong oleh Ketua Dekranasda Provinsi Lampung bersama Komisaris Utama Batik Keris.


Acara tersebut turut dihadiri Ketua IKAD Lampung Irene Fransisca Giri, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Lampung Agnesia Bulan Marindo, Ketua Umum DPP Mighrul Lampung Dwita Ria Gunadi, serta perwakilan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung.


Usai seremoni pembukaan, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama jajaran Dekranasda dan manajemen Batik Keris meninjau langsung gerai yang berada di Lantai 1 Mall Boemi Kedaton.


Dalam kesempatan tersebut, Gubernur memberikan apresiasi terhadap kualitas produk yang ditampilkan serta keberhasilan mengintegrasikan identitas budaya Lampung ke dalam produk fesyen yang memiliki jaringan pemasaran nasional.


BACA JUGA : Bupati Parosil Sambut Baik Verifikasi BNPB, Harapkan Penanganan Dampak Bencana di Lampung Barat Segera Direalisasikan


Kolaborasi antara Dekranasda Provinsi Lampung dan Batik Keris menjadi salah satu langkah konkret dalam memperkuat ekonomi kreatif berbasis budaya.


Selain memperluas akses pasar bagi produk lokal, kerja sama ini juga diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah wastra khas Lampung, membuka peluang usaha bagi para perajin, serta memperkuat posisi Lampung sebagai daerah yang kaya akan warisan budaya dan industri kreatif.


Dengan dukungan berbagai pihak, wastra Lampung diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat daerah, tetapi juga mampu bersaing dan dikenal luas di tingkat nasional hingga internasional.


(Tim/smn)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Dekranasda Lampung Gandeng Batik Keris, Wastra Khas Lampung Siap Tembus Pasar Nasional

Terkini

Topik Populer

Iklan