Dedi Mulyadi Sebut Mayoritas Pelaku Begal yang Ditangkap di Jawa Barat Berasal dari Jaringan Lampung

Kosong

terkini

Dedi Mulyadi Sebut Mayoritas Pelaku Begal yang Ditangkap di Jawa Barat Berasal dari Jaringan Lampung

SUARA MEDIA NEWS
30 Juli 2026, 12:06 WIB Last Updated 2026-07-30T05:06:52Z

 

pelaku begal di Jawa Barat


BandungSuaraMediaNews.com | Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan bahwa mayoritas pelaku begal di Jawa Barat yang berhasil ditangkap aparat kepolisian diduga merupakan bagian dari jaringan kriminal yang berasal dari Lampung.


Melansir dari Liputan6.com, pernyataan tersebut disampaikan Dedi Mulyadi saat menghadiri kegiatan di Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka, Kabupaten Bandung, Rabu (29/7/2026).


Menurut Dedi, informasi itu diperoleh berdasarkan hasil koordinasinya dengan jajaran kepolisian yang menangani kasus kejahatan jalanan di wilayah Jawa Barat. "Jaringan begal itu kebanyakan, mohon maaf menyebut daerah, berasal dari Lampung yang tertangkap," kata Dedi Mulyadi.


Dedi menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya, pelaku kejahatan jalanan yang beraksi di Jawa Barat tidak seluruhnya merupakan warga setempat.


Ia menyebut sebagian pelaku berasal dari luar daerah dan diduga tergabung dalam jaringan kriminal yang beroperasi di wilayah Jawa Barat.


Meski demikian, pernyataan tersebut merujuk pada pelaku yang telah ditangkap dalam sejumlah kasus dan bukan berarti menggambarkan seluruh masyarakat dari daerah tertentu.


Dalam kesempatan yang sama, Dedi Mulyadi juga mengungkapkan bahwa angka kejahatan jalanan di Jawa Barat, termasuk kasus pembegalan, mulai menunjukkan tren penurunan.


Ia mengatakan informasi tersebut diperoleh dari Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Pipit Rismanto, yang menyampaikan adanya penurunan grafik kejahatan berdasarkan data kepolisian.


"Dari sisi grafik, saya tanya ke Pak Kapolda, angka pembegalan dan kejahatan sudah makin turun," ujar Dedi.


Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengumumkan program pemberian hadiah bagi masyarakat yang berhasil menangkap pelaku begal, jambret, pencopet, maupun pencuri dan menyerahkannya kepada pihak kepolisian dalam keadaan hidup.


Nilai apresiasi yang disiapkan berkisar antara Rp5 juta hingga Rp50 juta, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.


Selain program penghargaan tersebut, Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa Pemprov Jawa Barat terus berkoordinasi dengan Polda Jawa Barat dan Polda Metro Jaya untuk meningkatkan patroli malam.


Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi menekan angka kejahatan jalanan di Jawa Barat, meningkatkan rasa aman masyarakat, serta mempersempit ruang gerak pelaku kriminal.


Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari Polda Jawa Barat yang merinci data asal daerah seluruh pelaku begal yang ditangkap. Pernyataan mengenai dugaan jaringan pelaku tersebut disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat berdasarkan hasil koordinasinya dengan pihak kepolisian, sebagaimana dilansir Liputan6.com.

(*)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Dedi Mulyadi Sebut Mayoritas Pelaku Begal yang Ditangkap di Jawa Barat Berasal dari Jaringan Lampung

Terkini

Topik Populer

Iklan