Bupati Parosil Gandeng Mahasiswa IPB, Siapkan Generasi Penggerak Hilirisasi Kopi Lampung Barat

seedbacklink

hilltopads

terkini

Bupati Parosil Gandeng Mahasiswa IPB, Siapkan Generasi Penggerak Hilirisasi Kopi Lampung Barat

SUARA MEDIA NEWS
02 Juli 2026, 12:10 WIB Last Updated 2026-07-02T05:10:19Z

 

Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus
Audensi Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus bersama mahasiswa IPB University peserta Program One Village One CEO (OVOC). 



Lampung Barat - SuaraMediaNews.com | Lampung Barat terus memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah penghasil kopi robusta unggulan di Indonesia. Untuk mendorong pengembangan sektor kopi dari hulu hingga hilir, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi, salah satunya melalui audiensi bersama mahasiswa IPB University peserta Program One Village One CEO (OVOC).


Pertemuan tersebut berlangsung di kediaman Bupati Parosil di Pekon Purawiwitan, Kecamatan Kebun Tebu, Rabu (1/7/2026). Dalam kesempatan itu, Parosil didampingi Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Lampung Barat Nowo Wibawono serta Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Yudha Setiawan.


Bagi Parosil, kehadiran mahasiswa IPB di Lampung Barat bukan sekadar agenda akademik. Ia menilai program tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, masyarakat, dan pelaku usaha dalam membangun ekosistem bisnis desa berbasis komoditas kopi.


“Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menyampaikan apresiasi kepada IPB University yang telah memilih Lampung Barat sebagai salah satu lokasi pembelajaran dalam pengembangan ekosistem bisnis desa berbasis kopi,” ujar Parosil.


Menurut Parosil, Program One Village One CEO (OVOC) sangat relevan diterapkan di Lampung Barat karena sebagian besar pekon di wilayah tersebut memiliki potensi besar di sektor perkebunan, khususnya kopi. Program ini dirancang untuk melahirkan sumber daya manusia desa yang memiliki jiwa kepemimpinan, wawasan kewirausahaan, serta kemampuan mengelola potensi lokal secara profesional.


Melalui program tersebut, peserta dibekali pemahaman menyeluruh mulai dari praktik budidaya kopi yang baik, pengolahan pascapanen, pengembangan produk bernilai tambah, strategi pemasaran, hingga penguatan kelembagaan petani dan UMKM.


Parosil menegaskan, Lampung Barat membutuhkan generasi muda yang tidak hanya memahami proses budidaya, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa melalui hilirisasi kopi Lampung Barat.


“Kita ingin setiap pekon memiliki generasi yang mampu menjadi penggerak ekonomi desa, mengelola potensi kopi secara profesional, serta menciptakan peluang usaha yang berkelanjutan,” kata Parosil.


Sebagai salah satu sentra utama kopi robusta Lampung Barat, daerah ini memiliki areal perkebunan kopi lebih dari 54 ribu hektare dengan produksi mencapai sekitar 63 ribu ton per tahun. Sektor ini menjadi sumber penghidupan bagi lebih dari 36 ribu kepala keluarga atau sekitar 70 persen rumah tangga petani di Lampung Barat.


Potensi tersebut ditopang oleh kondisi geografis yang mendukung. Lampung Barat berada di ketinggian sekitar 600 hingga 1.200 meter di atas permukaan laut, dengan tanah vulkanik yang subur. Kondisi ini membuat kopi Lampung Barat memiliki karakter rasa khas yang mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional.


Namun demikian, Parosil mengakui masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dalam pengembangan sektor kopi. Tantangan tersebut antara lain produktivitas tanaman yang belum optimal, banyaknya tanaman tua yang membutuhkan peremajaan, hingga masih rendahnya nilai tambah karena sebagian besar kopi masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah.


Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat kini terus mengarahkan pembangunan sektor perkebunan pada penguatan hilirisasi kopi. Langkah ini dilakukan agar manfaat ekonomi dari komoditas unggulan daerah tidak berhenti di tingkat produksi bahan baku, tetapi juga berkembang ke pengolahan, branding, hingga pemasaran produk bernilai tambah.


Sejumlah langkah strategis telah dijalankan Pemkab Lampung Barat, mulai dari pengembangan varietas unggul lokal, pembangunan Sekolah Kopi, peningkatan kapasitas petani dan pelaku UMKM, penyediaan sarana pascapanen, hingga rencana pembangunan Museum Kopi.


Rencana itu menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas Lampung Barat sebagai daerah penghasil kopi unggulan sekaligus mempertegas branding daerah sebagai “Surganya Penikmat Kopi.”


Parosil berharap mahasiswa IPB University yang mengikuti Program OVOC dapat memanfaatkan kesempatan belajar di Lampung Barat untuk memperdalam pengetahuan, memahami potensi desa, serta membangun jejaring yang nantinya dapat memberi kontribusi nyata bagi pengembangan kopi di daerah.


Ia menegaskan, pembangunan sektor kopi tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan kerja sama lintas sektor yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, lembaga keuangan, hingga masyarakat.


“Pembangunan sektor kopi tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, lembaga keuangan hingga masyarakat,” ujar Parosil.


Dengan kolaborasi yang kuat, Parosil optimistis kopi Lampung Barat akan semakin berkembang, memiliki nilai tambah lebih tinggi, dan mampu memperluas pasar hingga tingkat global.


“Saya optimistis melalui kerja sama yang kuat, kopi Lampung Barat akan semakin maju, memiliki nilai tambah yang tinggi, serta semakin dikenal di pasar dunia,” pungkasnya.

(smn)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Bupati Parosil Gandeng Mahasiswa IPB, Siapkan Generasi Penggerak Hilirisasi Kopi Lampung Barat

Terkini

Topik Populer

Iklan