| Focus Group Discussion (FGD) Polda Sumsel bersama Forum Kepala Desa (FKD) |
Palembang, Sumsel – SuaraMediaNews.com | Upaya menekan angka kriminalitas jalanan di wilayah Sumatera Selatan terus diperkuat. Polda Sumsel bersama Forum Kepala Desa (FKD) Kecamatan Indralaya Utara menggelar Focus Group Discussion (FGD) guna membahas langkah strategis pencegahan aksi begal Palembang-Indralaya yang belakangan meresahkan masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Indralaya Utara, Sabtu (20/6/2026), tersebut melibatkan unsur Forkopimcam, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat, hingga insan pers.
BACA JUGA : Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polda Lampung Gelar Bazar Rakyat dan Jalan Sehat Berhadiah 10 Sepeda Motor
FGD ini digelar sebagai respons atas meningkatnya kekhawatiran warga terhadap aksi pembegalan yang kerap terjadi di kawasan Jalan Lintas Timur Sumatera, khususnya ruas Palembang–Indralaya. Para pelaku disebut tidak segan menggunakan senjata tajam maupun senjata api untuk melancarkan aksinya, terutama pada jam-jam sepi.
Mewakili Polda Sumsel, AKP Suandi, S.H., menegaskan bahwa pemahaman masyarakat terkait potensi kejahatan jalanan menjadi salah satu faktor penting dalam upaya pencegahan tindak kriminal.
Menurutnya, kepolisian telah menyediakan berbagai sarana pelaporan cepat, seperti layanan darurat 110 dan Super App Presisi yang beroperasi selama 24 jam. Fasilitas tersebut memungkinkan masyarakat melaporkan kejadian atau indikasi tindak pidana secara cepat, termasuk melalui fitur pelacakan lokasi berbasis GPS.
“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, menghindari lokasi dan waktu yang dianggap rawan, serta tidak menampilkan barang-barang berharga yang dapat memancing aksi kriminal,” ujarnya.
Selain itu, kepolisian juga mendorong adanya pembatasan aktivitas hiburan malam di desa-desa sebagai bagian dari langkah preventif guna mengurangi peluang terjadinya tindak kejahatan.
BACA JUGA : Milad IPARI ke-III dan HUT Kota Palembang, Penyuluh Agama Gelar Aksi Tanam Pohon dan Bersih-Bersih Masjid
Dalam forum tersebut, Polda Sumsel juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan terbebas dari stigma sebagai daerah rawan begal.
Sementara itu, Kepala Desa Palem Raya, Suhaimi, menyampaikan bahwa patroli malam yang dilakukan jajaran kepolisian mulai dari tingkat Polsek hingga Polres sudah berjalan secara rutin. Namun demikian, aksi pembegalan masih ditemukan di sejumlah titik.
Menurutnya, terdapat beberapa faktor yang menjadi pemicu tingginya risiko kejahatan di kawasan tersebut, antara lain kondisi jalan yang rusak, minimnya penerangan jalan, serta belum tersedianya kamera pengawas atau CCTV di lokasi-lokasi rawan.
“Kejahatan sering terjadi karena adanya kesempatan. Masyarakat siap mendukung melalui kegiatan penyuluhan dan siskamling, namun kami juga berharap pemerintah dapat membantu memperbaiki infrastruktur jalan, penerangan, serta pemasangan CCTV untuk mempersempit ruang gerak pelaku,” katanya.
Senada dengan itu, Camat Indralaya Utara, Wahyudi, S.Kom., M.Kom., menjelaskan bahwa pihak kecamatan memiliki berbagai instrumen dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat, salah satunya melalui Forum Kepala Desa (FKD) dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas).
Ia menegaskan bahwa pemerintah kecamatan akan meningkatkan peran FKD dan Satlinmas dalam mendeteksi potensi gangguan keamanan, sekaligus menghidupkan kembali budaya siskamling di desa-desa yang berada di sepanjang jalur Palembang–Indralaya.
BACA JUGA : Sebarkan Video Elektronik Tanpa Persetujuan, Terduga Pelaku Dilaporkan ke Polda Sumsel dan Terancam UU ITE
“Kami akan terus menampung aspirasi masyarakat terkait kebutuhan infrastruktur pendukung keamanan, seperti penerangan jalan dan CCTV. Harapannya, keamanan tidak hanya dirasakan warga desa, tetapi juga seluruh pengguna Jalan Lintas Timur Sumatera yang melintasi wilayah Indralaya Utara,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi antara Polda Sumsel, pemerintah kecamatan, dan masyarakat, diharapkan upaya pencegahan begal Palembang-Indralaya dapat berjalan lebih efektif sehingga tercipta situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di sepanjang Jalan Lintas Timur Sumatera.
(Pajar Hadi)


