| Pembangunan Jembatan Gantung Way Haru Lampung Barat |
Lampung Barat – SuaraMediaNews.com | Pembangunan Jembatan Gantung Way Haru Lampung Barat terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga awal Mei 2026, progres pembangunan jembatan perintis yang menghubungkan Dusun Bandar Agung dan Dusun Bandar Rejo, Pekon Bandar Agung, Kecamatan Bandar Negeri Suoh, telah mencapai 14 persen.
Saat ini, proyek tersebut memasuki tahap penting, yakni perakitan besi serta pengerjaan pondasi sebagai dasar utama konstruksi jembatan.
Baca Juga : Sinergi Diskominfo dan BAZNAS Lampung Barat, Optimalkan Publikasi Zakat Lewat Website dan Media Sosial
Jembatan dengan panjang sekitar 60 meter dan lebar 1,2 meter ini dirancang sebagai akses penghubung vital bagi masyarakat setempat. Sedikitnya 500 kepala keluarga atau sekitar 1.950 jiwa akan merasakan manfaat langsung dari pembangunan infrastruktur tersebut.
Komandan Kodim 0422/Lampung Barat, Rizky Kurniawan, menyampaikan bahwa progres pembangunan berjalan sesuai rencana dan diharapkan dapat selesai tepat waktu.
“Memasuki tahap perakitan besi dan pondasi, kami optimistis pembangunan jembatan gantung ini bisa segera rampung dan dimanfaatkan masyarakat sebagai akses transportasi yang aman,” ujarnya.
Baca Juga : Rakor Triwulan I 2026, Bupati Lampung Barat Dorong OPD Maksimalkan Potensi Daerah
Keberadaan jembatan perintis Way Haru ini nantinya akan membuka akses yang selama ini terbatas, terutama bagi warga di wilayah terpencil. Selain mempermudah mobilitas, jembatan ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Dengan akses yang lebih baik, distribusi hasil pertanian dan kebutuhan sehari-hari warga akan menjadi lebih lancar dan efisien.
Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan infrastruktur Lampung Barat 2026, khususnya di daerah yang masih sulit dijangkau.
Pemerintah dan pihak terkait berharap proyek ini dapat selesai sesuai target, sehingga masyarakat segera menikmati manfaatnya.
Selain sebagai sarana penghubung, jembatan ini juga menjadi simbol pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan.
(smd/red)

