| Kegiatan bertema Implementasi SPIP-T Menuju Efektivitas dan Efisiensi Rencana dan Anggaran |
Lampung Barat - SuaraMediaNews.com | Pemerintah Kabupaten Lampung Barat terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel melalui kegiatan Capacity Building Implementasi SPIP-T yang digelar di Aula Kagungan Setdakab, Selasa (26/05/2026).
Kegiatan bertema Implementasi SPIP-T Menuju Efektivitas dan Efisiensi Rencana dan Anggaran itu dihadiri langsung oleh Parosil Mabsus bersama jajaran pemerintah daerah dan perwakilan BPKP Provinsi Lampung.
Baca Juga : Presiden Prabowo Salurkan Bantuan Sapi Kurban untuk Lampung Barat, Wabup Mad Hasnurin Sampaikan Apresiasi
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Lampung Agus Setiyawan, Koordinator Pengawasan Kelompok Jabatan Fungsional Auditor Bidang Akuntabilitas Pemerintahan Daerah Ade Priyanto, Koordinator Pengawas Jabatan Fungsional Auditor Bidang IPP Aderial Adelis, para asisten, serta kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Lampung Barat.
Dalam sambutannya, Parosil Mabsus menegaskan bahwa implementasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah Terintegrasi (SPIP-T) menjadi langkah penting dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, dan bebas dari penyimpangan.
Baca Juga : Distributor Alat Ternak Ayam: Solusi Lengkap untuk Kandang Modern dan Produktif
Menurutnya, SPIP-T tidak boleh dipandang hanya sebagai kewajiban administratif semata, melainkan harus menjadi budaya kerja dalam setiap proses pemerintahan dan pengambilan keputusan.
“SPIP-T harus menjadi budaya kerja dalam setiap proses pemerintahan, bukan sekadar kewajiban administratif. Dengan implementasi yang baik, kita dapat mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel,” ujar Parosil.
Ia menjelaskan, penerapan SPIP-T mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah serta Peraturan Kepala BPKP Nomor 5 Tahun 2021 mengenai Penilaian Maturitas Penyelenggaraan SPIP Terintegrasi.
Baca Juga : Sidak Pasar Jelang Idul Adha, Pemkab Lampung Barat Pastikan Harga Sembako Tetap Stabil
Selain itu, Parosil juga menyoroti pentingnya efektivitas perencanaan dan penganggaran daerah agar penggunaan APBD benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, setiap program perangkat daerah harus disusun berdasarkan kebutuhan prioritas masyarakat sehingga pembangunan daerah dapat berjalan lebih optimal.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Lampung Barat meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) mengikuti capacity building dengan serius guna meningkatkan pemahaman terkait manajemen risiko dan pengawasan internal pemerintahan.
“Saya berharap kegiatan ini diikuti dengan serius dan seksama agar mampu meningkatkan wawasan dan menghasilkan keberhasilan dalam pelaksanaan pemerintahan,” katanya.
Parosil juga mendorong seluruh kepala perangkat daerah aktif berdiskusi terkait berbagai kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program pemerintahan.
“Kesulitan yang dihadapi perangkat daerah silakan disampaikan agar mendapatkan solusi terbaik. Harus ada perubahan dan perbaikan ke arah yang lebih baik,” tegasnya.
Melalui implementasi SPIP-T, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menargetkan peningkatan nilai maturitas SPIP daerah, mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendukung efektivitas pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga : Lampung Barat Perkuat Ketahanan Pangan, Bupati Serahkan 10 Alsintan untuk Tingkatkan Produksi Padi
Di akhir kegiatan, Parosil menyampaikan apresiasi kepada BPKP Provinsi Lampung dan seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam penguatan tata kelola pemerintahan daerah.
“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi peningkatan tata kelola pemerintahan di Kabupaten Lampung Barat,” pungkasnya.
(smn/Fit)



