Hadapi Kemarau 2026, Bupati Lamongan Siapkan Strategi Antisipasi Kekeringan dan Ketahanan Pangan

terkini

iklan

Hadapi Kemarau 2026, Bupati Lamongan Siapkan Strategi Antisipasi Kekeringan dan Ketahanan Pangan

SUARA MEDIA NEWS
08 April 2026, 11:57 WIB Last Updated 2026-04-08T04:57:29Z

 

Bupati LamonganYuhronur Efendi, menghadiri rapat koordinasi penanganan dampak hidrometeorologi di Dyandra Convention Center (Foto / Istimewa)


LamonganSuaraMediaNews.com | Pemerintah daerah mulai bersiap menghadapi musim kemarau 2026 yang diprediksi cukup ekstrem. Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menghadiri rapat koordinasi penanganan dampak hidrometeorologi di Dyandra Convention Center, Selasa (7/4/2026).


Rapat ini menjadi langkah penting dalam menyusun strategi menghadapi potensi kekeringan yang dapat berdampak pada sektor pertanian dan ketersediaan air bersih di wilayah Jawa Timur.


Baca Juga : Lampung Barat Gandeng Kemenhub, Mad Hasnurin Fokus Cetak SDM Transportasi Unggul melalui Pendidikan Vokasi


Dalam pertemuan tersebut, dibahas bahwa fenomena El Nino berpotensi menurunkan curah hujan hingga 20–40 persen dari kondisi normal.


Puncak musim kering diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026. Oleh karena itu, pemerintah diminta segera mengambil langkah antisipasi sejak dini.


Sejumlah strategi untuk menghadapi kemarau panjang 2026 telah disusun, antara lain:


Langkah ini diharapkan mampu menjaga produksi pertanian tetap stabil meski terjadi perubahan iklim.


Baca Juga : Sekda Lampung Barat Lepas 40 Peserta Wisata Rohani ke Yogyakarta, Perkuat Kerukunan Umat Beragama


Selain itu, pemerintah juga meningkatkan ketersediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk mendukung efisiensi dan percepatan tanam.


Koordinasi lintas sektor juga diperkuat, terutama dalam pengaturan distribusi air dan penyediaan sarana produksi pertanian.


Tidak hanya sektor pertanian, pemerintah juga menyiapkan langkah penanganan bencana seperti:

  • Operasi modifikasi cuaca

  • Antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla)

  • Penggunaan sarana udara untuk pemadaman

  • Penyiapan pompa air di wilayah terdampak


Bupati yang akrab disapa Pak Yes menegaskan bahwa langkah ini penting untuk menjaga ketahanan pangan nasional, khususnya di Lamongan yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan.


“Upaya ini bukan hanya untuk mitigasi bencana, tetapi juga menjaga produksi pertanian agar tetap optimal,” tegasnya.


Baca Juga : Bupati Parosil Dorong ASN Lampung Barat Mutasi Kendaraan, Strategi Tingkatkan PAD Daerah


Dengan strategi yang sudah disiapkan, diharapkan seluruh daerah, termasuk Kabupaten Lamongan, mampu lebih siap menghadapi musim kemarau 2026.


Langkah ini juga diharapkan dapat melindungi masyarakat dari dampak kekeringan serta memperkuat ketahanan pangan secara berkelanjutan.

(Sumber : kabarlamongan.com)
(Budi/Red)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Hadapi Kemarau 2026, Bupati Lamongan Siapkan Strategi Antisipasi Kekeringan dan Ketahanan Pangan

Terkini

POLITIK

  • Politik

Iklan