| Gedung Koni Ternate : (Suara Media News/Istimewa) |
TERNATE — SuaraMediaNews.com | Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara pada Kamis pagi (2/4/2026). Guncangan kuat ini menyebabkan kerusakan sejumlah bangunan dan memicu kepanikan warga di beberapa daerah. Informasi ini dilansir dari Beritasatu.com.
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa gempa dirasakan sangat kuat di Kota Ternate dengan intensitas mencapai V–VI MMI (Modified Mercalli Intensity).
Baca Juga : Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Dapat Diamati di Indonesia
Akibatnya, warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Getaran gempa juga dilaporkan terasa hingga Manado, Sulawesi Utara.
Sejumlah fasilitas publik dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa. Salah satu yang terdampak adalah Gereja Kalvari di Ternate.
Selain itu, rumah warga juga mengalami kerusakan ringan seperti retakan dan plester dinding yang rontok.
Di Manado, bangunan gedung Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sario dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian struktur.
BMKG menjelaskan bahwa meskipun pusat gempa berada di laut, kekuatan magnitudo yang besar serta kedalaman gempa yang relatif dangkal, yakni sekitar 33 kilometer, membuat getaran terasa luas hingga ke berbagai wilayah.
Baca Juga : Gempa Berau Magnitudo 4,3 Guncang Maratua dan Karangan, BMKG Sebut Dipicu Sesar Mangkalihat
Menurut Faisal, kekuatan getaran di permukaan dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:
Magnitudo gempa
Kedalaman gempa
Kondisi tanah atau batuan
Wilayah dengan tanah sedimen cenderung merasakan getaran lebih kuat dibandingkan daerah berbatu keras.
Hingga pukul 07.00 WIB, BMKG mencatat telah terjadi 11 kali gempa susulan (aftershock), dengan kekuatan terbesar mencapai magnitudo 5,5.
gempa susulan Ternate, aftershock Maluku Utara, BMKG imbau warga waspada
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menghindari bangunan yang mengalami kerusakan atau retakan.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati, terutama saat berada di dalam bangunan yang terdampak gempa.
Baca Juga : Gempa Bumi M 3,7 Guncang Lampung Barat, Getaran Terasa Dini Hari
Selain itu, peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pembangunan rumah dan gedung dengan standar tahan gempa.
“Ini perlu menjadi evaluasi agar bangunan di daerah rawan gempa lebih diperhatikan dari sisi konstruksi dan mitigasi,” tegas Faisal.
Gempa bumi M 7,6 di Ternate memberikan dampak nyata berupa kerusakan bangunan dan kepanikan warga, bahkan hingga terasa di wilayah Sulawesi Utara.
Baca Juga : Gempa Bumi Magnitudo 4,2 Guncang Mamberamo Raya Papua Pagi Ini
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap gempa susulan serta memastikan keamanan bangunan sebelum kembali beraktivitas. (*)

