| Kondisi memprihatinkan rumah Asmina warga Kecamatan Kertapati |
Palembang – Suara Media News | Di balik pesatnya pembangunan kota dan berbagai program kesejahteraan yang terus digencarkan, masih ada kisah pilu yang luput dari perhatian. Di sudut wilayah Kecamatan Kertapati, tepatnya di Kelurahan Ogan Baru, seorang janda bernama Asmina harus menjalani hidup dalam kondisi yang jauh dari kata layak.
Selama kurang lebih tiga tahun terakhir, Asmina bertahan di sebuah rumah yang kondisinya nyaris roboh. Bangunan yang dulu menjadi tempat berlindung kini berubah menjadi ancaman. Lantai rumah tampak rusak dan tidak rata, dindingnya rapuh dimakan usia, sementara sebagian struktur bangunan terlihat hampir ambruk.
Setiap hari, Asmina hidup dalam bayang-bayang ketakutan. Hujan deras dan angin kencang menjadi momok yang mengancam keselamatannya. Namun di tengah keterbatasan ekonomi yang membelenggu, ia tak memiliki pilihan lain selain tetap bertahan di rumah tersebut.
Rumah roboh Palembang, janda miskin Kertapati, dan hunian tidak layak huni menjadi realita pahit yang harus dihadapi Asmina seorang diri. Tanpa penghasilan yang cukup, memperbaiki rumah hanyalah angan yang terasa begitu jauh.
Kondisi ini menjadi potret nyata bahwa masih ada masyarakat yang membutuhkan perhatian serius. Di tengah berbagai capaian pembangunan, kisah Asmina seakan menjadi suara lirih yang meminta untuk didengar.
Dengan penuh harap, ia hanya menginginkan satu hal sederhana: tempat tinggal yang aman dan layak. Bukan kemewahan, bukan pula kenyamanan berlebih—hanya sebuah rumah yang bisa melindunginya dari panas dan hujan.
“Harapan saya cuma satu, bisa punya rumah yang layak untuk ditempati,” ungkapnya dengan suara lirih.
Selama bertahun-tahun, Asmina terus menanti uluran tangan, baik dari pemerintah maupun para dermawan. Ia berharap ada perhatian nyata yang bisa mengakhiri penderitaannya.
Kisah ini menjadi pengingat kuat bahwa di balik gemerlap pembangunan, masih ada warga kecil yang berjuang dalam keterbatasan. Harapannya, cerita ini mampu mengetuk hati banyak pihak untuk bergerak dan memberikan bantuan.
Bantuan rumah tidak layak huni, kemiskinan di Palembang, dan kepedulian sosial masyarakat menjadi kunci penting untuk mengubah nasib mereka yang membutuhkan. Karena bagi Asmina, satu bantuan kecil bisa berarti masa depan yang lebih aman.
(Pajar Hadi)

