Sekura Lampung Barat 2026 Makin Meriah, Bupati Parosil Mabsus Sampaikan Kritik Konstruktif

terkini

iklan

Sekura Lampung Barat 2026 Makin Meriah, Bupati Parosil Mabsus Sampaikan Kritik Konstruktif

SUARA MEDIA NEWS
27 Maret 2026, 13:19 WIB Last Updated 2026-03-27T06:19:19Z

 

Sekura, Budaya Lampung Barat
Pesta Sekura Lampung Barat 2026 berlangsung meriah. Bupati Parosil Mabsus beri kritik terkait norma, kenyamanan, dan citra budaya daerah.


LAMPUNG BARATSuaraMediaNews.comSekura Lampung Barat 2026 kembali digelar dengan penuh kemeriahan dan antusiasme masyarakat. Pesta budaya yang berlangsung di Pekon Canggu, Kecamatan Batu Brak, serta Pekon Watas, Kecamatan Balik Bukit, Kamis (26/3/2026), menjadi salah satu tradisi unggulan yang dinanti setiap bulan Syawal.


Berbagai kalangan, mulai dari pejabat daerah hingga masyarakat umum, tampak larut dalam suasana meriah tradisi Sekura Lampung Barat yang dikenal unik, penuh warna, dan sarat nilai kebersamaan.


Baca Juga : Wabup Lampung Barat Mad Hasnurin: Sekura Cakak Buah Perkuat Kebersamaan dan Persatuan Masyarakat

 

Namun di balik kemeriahan tersebut, Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, menyampaikan sejumlah kritik konstruktif demi menjaga marwah budaya dan kenyamanan masyarakat.


Menurut Parosil, budaya Sekura harus tetap dilestarikan, namun perlu adanya evaluasi agar pelaksanaannya semakin baik di masa mendatang. Ia menyoroti pentingnya menjaga norma, khususnya dalam hal penampilan peserta.


“Sekura memang identik dengan kelucuan dan kreativitas, tetapi tetap harus memperhatikan norma kepantasan dalam berpakaian,” ujarnya.


Ia mengungkapkan adanya masukan dari masyarakat terkait beberapa penampilan peserta yang dinilai kurang sopan dan berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan, terutama bagi pengunjung dari luar daerah.


Baca Juga : Ribuan Masyarakat  Menggunakan Kostum “Sekura” Dalam Meriahkankan Pesta 2 Syawal di Pekon Kenali Kec. Belalau

 

Selain itu, Parosil juga menyinggung fenomena sebagian peserta yang mengenakan atribut berlebihan hingga terkesan vulgar. Hal tersebut dikhawatirkan dapat memunculkan citra negatif terhadap budaya Lampung Barat di mata publik luas.


Tak hanya soal penampilan, Bupati juga menyoroti interaksi peserta sekura dengan masyarakat. Ia mengingatkan agar tidak ada tindakan yang berpotensi membuat warga merasa tertekan, seperti meminta rokok atau uang secara paksa di jalan.


“Sekura seharusnya menjadi ajang silaturahmi dan kebahagiaan, bukan membuat orang merasa takut atau tidak nyaman,” tegasnya.


Parosil berharap, ke depan festival Sekura Lampung Barat tetap menjadi simbol kebersamaan, halal bihalal, dan kegembiraan masyarakat pasca-Ramadan, tanpa mengurangi nilai-nilai kesopanan dan ketertiban.


Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Lampung Barat, Mad Hasnurin, bersama unsur Forkopimda, kepala OPD, camat, peratin, serta masyarakat setempat yang memberikan dukungan terhadap pelestarian budaya Sekura.


Baca Juga : Pj. Bupati Lampung Barat Rayakan Hari Raya Idul Fitri Dengan Ikuti Budaya Sekura.

 

Masyarakat pun berharap tradisi ini terus dijaga sebagai warisan budaya yang penuh makna, namun tetap beradaptasi dengan perkembangan zaman.


Dengan adanya masukan dari pemerintah daerah, diharapkan Sekura Lampung Barat ke depan semakin tertata, lebih positif, serta mampu menjadi daya tarik budaya yang membanggakan tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur.


(fit/Red)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Sekura Lampung Barat 2026 Makin Meriah, Bupati Parosil Mabsus Sampaikan Kritik Konstruktif

Terkini

POLITIK

  • Politik

Iklan

Close x