| Sekretaris Daerah (Sekda) Aprizal Hasim dan Kadin Perhubungan Kota Palembang |
PALEMBANG – SuaraMediaNews.com | Permasalahan lampu jalan padam di Palembang serta penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) Palembang kembali menjadi perhatian publik. Pemerintah Kota melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Aprizal Hasim memastikan akan menghadirkan solusi konkret, meski diakui persoalan tersebut cukup kompleks.
Dalam rapat koordinasi yang digelar di Dinas Perhubungan Kota Palembang pada Senin (30/3/2026), Sekda menjelaskan bahwa laporan terkait lampu penerangan jalan umum (PJU) rusak di Palembang terus meningkat setiap harinya.
“Setiap hari ada sekitar 80 laporan masuk, namun baru sekitar 40 titik yang bisa ditangani. Kendala kami meliputi teknis, keterbatasan SDM, hingga alat operasional,” jelasnya.
Baca Juga : 14 WNI Korban Dugaan Penipuan Kerja di Kamboja Dipulangkan ke Palembang, Pemprov Sumsel Beri Pendampingan
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkot Palembang mulai memperkuat koordinasi lintas sektor dengan membentuk sistem komunikasi cepat melalui grup WhatsApp serta menurunkan tim pengawas lapangan yang bekerja selama 24 jam dalam dua shift.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat penanganan lampu jalan mati di Palembang, yang selama ini dikeluhkan masyarakat karena berdampak pada keamanan lingkungan.
Selain persoalan PJU, isu penataan PKL di Palembang juga menjadi fokus utama. Sekda menegaskan bahwa pemerintah tidak akan melakukan penggusuran, melainkan penataan yang lebih tertib dan berkelanjutan.
“Kami ingin solusi yang adil. PKL tetap bisa berusaha, tapi harus ada aturan jelas terkait lokasi, jam operasional, dan kebersihan,” ujarnya.
Rencana ini mencakup penentuan lokasi khusus bagi PKL, termasuk di kawasan strategis seperti Pasar 16 Ilir yang selama ini menjadi pusat aktivitas pedagang.
Sejumlah warga di wilayah Seberang Ulu I mengaku masih khawatir dengan kondisi lampu jalan yang sering padam.
“Malam hari jadi terasa kurang aman. Kami berharap program ini benar-benar dijalankan, bukan sekadar wacana,” ungkap salah satu warga.
Di sisi lain, perwakilan PKL juga mendukung langkah penataan, namun berharap pemerintah mempertimbangkan aspek ekonomi pedagang.
“Kami setuju ditata, tapi lokasi baru harus tetap strategis agar pembeli mudah datang,” ujar salah satu pedagang.
Baca Juga : Kebakaran di Ogan Ilir Hanguskan 9 Rumah, Kapolres Turun Langsung ke Lokasi
Pendapat serupa disampaikan oleh Rina Dewi yang menilai bahwa langkah pemerintah sudah tepat, namun implementasi di lapangan akan menjadi penentu keberhasilan.
“Koordinasi antar dinas, peran kecamatan, serta pengawasan yang konsisten sangat penting. Selain itu, pemerintah perlu membuka ruang umpan balik dari masyarakat,” jelasnya.
Pemerintah Kota Palembang menargetkan seluruh langkah perbaikan lampu jalan Palembang dan penataan PKL mulai berjalan pekan depan. Evaluasi dan laporan perkembangan juga akan disampaikan secara berkala agar masyarakat dapat memantau hasilnya.
Dengan adanya langkah ini, masyarakat berharap perbaikan lampu jalan di Palembang dan penataan PKL yang tertib benar-benar terwujud, sehingga keamanan, kenyamanan, dan aktivitas ekonomi bisa berjalan seimbang.
(lilis)


