Anak-Anak Terdampak Banjir dan Longsor di Padang Dapatkan Dukungan Psikososial dari Komdigi dan Mitra

terkini

iklan kanan juga

Anak-Anak Terdampak Banjir dan Longsor di Padang Dapatkan Dukungan Psikososial dari Komdigi dan Mitra

SUARA MEDIA NEWS
07 Desember 2025, 15:29 WIB Last Updated 2025-12-07T08:29:04Z

 

Dok, BNPB



PADANG – SuaraMediaNews.com | Dukungan psikososial anak menjadi kebutuhan mendesak bagi para penyintas bencana banjir dan longsor Sumbar, khususnya di wilayah Kecamatan Pauh, Kota Padang. Banyak keluarga terpaksa mengungsi setelah rumah mereka rusak diterjang bencana.


Salah satu titik pengungsian berada di SDN 02 Cupak Tangah, Kecamatan Pauh. Sekolah ini kini menampung 171 anak dan total 481 kepala keluarga atau 1.973 jiwa. Selain anak-anak, kelompok rentan lainnya juga tercatat, meliputi 71 lansia, 36 balita, 6 ibu hamil, dan 1 penyandang disabilitas. Para penyintas menempati ruang-ruang kelas yang diubah menjadi tempat tinggal sementara.


Pada Sabtu (6/12), Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memberikan dukungan psikososial anak di pos pengungsian tersebut. Kegiatan ini dilakukan bersama Save the Children Indonesia serta Universitas Negeri Padang.


Dengan pendekatan yang ramah anak, para fasilitator mengajak anak-anak bermain, berkegiatan kreatif, dan membangun kembali semangat mereka agar siap menghadapi ujian sekolah pascabencana. Selain aktivitas rekreatif, tersedia pula sesi edukasi ruang digital aman bagi anak yang disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami.


Selama aktivitas berlangsung, sejumlah orang tua turut mendampingi dari sekitar tenda pengungsian.

Dukungan psikososial serupa juga diberikan di tiga titik pengungsian lainnya di Kota Padang sebagai bentuk pemulihan awal bagi anak-anak penyintas bencana banjir dan longsor Sumbar.


Keterlibatan banyak pihak ini mencerminkan kuatnya pentaheliks penanggulangan bencana di Indonesia. Bencana banjir dan longsor yang melanda berbagai wilayah di Provinsi Sumbar masih menyisakan duka mendalam, namun kolaborasi menjadi kunci pemulihan.


Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan bahwa penanganan bencana tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Peran pentaheliks—pemerintah pusat dan daerah, akademisi, masyarakat, dunia usaha, serta media massa—menjadi fondasi penting dalam menghadapi setiap situasi darurat.


Kolaborasi tersebut hadir dalam berbagai bentuk bantuan, mulai dari pangan, non-pangan, donasi uang, keahlian, hingga tenaga relawan. Dukungan ini datang tidak hanya dari Sumbar, tetapi juga dari berbagai daerah di seluruh Indonesia, mencerminkan kuatnya solidaritas nasional.


Pentaheliks menjadi modal sosial bangsa untuk pulih bersama dari setiap bencana, termasuk dari bencana banjir dan longsor Sumbar yang terjadi kali ini.


(sumber :BNPB)
(editor:san/smn)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Anak-Anak Terdampak Banjir dan Longsor di Padang Dapatkan Dukungan Psikososial dari Komdigi dan Mitra

Terkini

Iklan