Menag Nasaruddin Umar Perkuat Digitalisasi Madrasah, 551 Sekolah Dapat Papan Interaktif Digital

HUT RI ke 81

HUT RI ke 81

Kosong

terkini

Menag Nasaruddin Umar Perkuat Digitalisasi Madrasah, 551 Sekolah Dapat Papan Interaktif Digital

SUARA MEDIA NEWS
03 Agustus 2026, 10:02 WIB Last Updated 2026-08-03T03:02:26Z

 

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar saat menghadiri kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan di Monumen Nasional (foto Istimewa) 



JakartaSuaraMediaNews.com | Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa transformasi digital di dunia pendidikan tidak hanya berfokus pada penggunaan teknologi, tetapi juga harus mampu membentuk generasi yang berkarakter, toleran, dan memiliki semangat kebangsaan.


Komitmen tersebut diwujudkan melalui perluasan program digitalisasi madrasah yang mencakup 551 madrasah di berbagai daerah. Program ini didukung dengan distribusi 2.180 papan interaktif digital serta pengembangan Kurikulum Berbasis Cinta sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan madrasah.


Pernyataan itu disampaikan Menag Nasaruddin Umar saat menghadiri kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Pada Sabtu (1/8/2026).


Menurut Nasaruddin Umar, transformasi pendidikan menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi perkembangan teknologi di masa depan.


Selain memanfaatkan teknologi digital dalam proses belajar mengajar, pemerintah juga terus memperkuat pembangunan infrastruktur pendidikan agar peserta didik memperoleh akses pembelajaran yang lebih berkualitas.


"Transformasi pendidikan juga diwujudkan melalui pembangunan sarana dan prasarana. Digitalisasi pembelajaran kami perkuat agar peserta didik memiliki akses terhadap pembelajaran yang lebih berkualitas sekaligus siap menghadapi tantangan masa depan," ujar Nasaruddin Umar.


Sebagai bagian dari program tersebut, Kementerian Agama juga telah melakukan revitalisasi terhadap 556 madrasah dan sekolah keagamaan, membangun 352 madrasah baru, serta menghadirkan 34 perguruan tinggi keagamaan negeri untuk memperluas akses pendidikan yang berkualitas.


Selain mempercepat transformasi digital, Kementerian Agama juga mengembangkan Kurikulum Berbasis Cinta yang bertujuan membentuk peserta didik tidak hanya unggul dalam penguasaan teknologi, tetapi juga memiliki akhlak mulia, sikap toleran, serta mampu menjaga persatuan bangsa.


Menag menilai pembangunan karakter menjadi fondasi penting dalam menghadapi derasnya arus informasi di era digital.


Menurutnya, kemajuan sebuah bangsa tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi, kecanggihan teknologi, maupun kekuatan politik, tetapi juga oleh nilai-nilai moral, spiritualitas, dan kerukunan antarumat beragama.


Upaya memperkuat pendidikan karakter dan kehidupan beragama, kata Nasaruddin Umar, menunjukkan hasil yang positif.


Data Kementerian Agama mencatat Indeks Kerukunan Umat Beragama meningkat dari 76,47 pada 2024 menjadi 77,89 pada 2025. Capaian tersebut melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025 dan mendekati target akhir tahun 2029 yang ditetapkan sebesar 78,25.


Sementara itu, Indeks Kesalehan Umat Beragama juga mengalami peningkatan hingga mencapai 84,20 pada 2025.


Menurut Menag, peningkatan tersebut menunjukkan bahwa kerukunan tetap menjadi modal utama dalam menjaga persatuan masyarakat Indonesia yang majemuk.


"Kerukunan adalah modal dasar pembangunan. Kita boleh berbeda keyakinan, tetapi kita dipersatukan oleh cinta yang sama kepada Indonesia," katanya.


Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin Umar juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan sebagai momentum memperkuat persatuan sekaligus memohon keberkahan bagi Indonesia.


Ia menegaskan bahwa pembangunan bangsa tidak hanya dilakukan melalui kebijakan pemerintah dan pembangunan fisik, tetapi juga melalui penguatan spiritualitas, persaudaraan, dan semangat gotong royong.


Menurutnya, doa, kerja keras, dan pengabdian kepada bangsa harus berjalan beriringan agar Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan.


Melalui program digitalisasi madrasah, pengembangan Kurikulum Berbasis Cinta, pembangunan infrastruktur pendidikan, serta penguatan nilai-nilai moderasi beragama, Kementerian Agama berharap mampu mencetak generasi Indonesia yang cerdas, berkarakter, menguasai teknologi digital, dan siap bersaing di tingkat global tanpa meninggalkan nilai-nilai kebangsaan.


Sumber: Komdigi/Kemenag RI 

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Menag Nasaruddin Umar Perkuat Digitalisasi Madrasah, 551 Sekolah Dapat Papan Interaktif Digital

Terkini

Topik Populer

Iklan