Sekda Nukman Ajak Semua Pihak Perkuat Kolaborasi, Lampung Barat Siap Jadi Coffee Hub Robusta Nasional

Kosong

terkini

Sekda Nukman Ajak Semua Pihak Perkuat Kolaborasi, Lampung Barat Siap Jadi Coffee Hub Robusta Nasional

SUARA MEDIA NEWS
29 Juli 2026, 22:05 WIB Last Updated 2026-07-29T15:18:44Z

ekosistem kopi robusta
Kegiatan Ekspose Program Strategi Pengembangan Ekosistem Kopi Robusta Tahun 2026–2030



Lampung Barat - SuaraMediaNews.com | Kembali menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan sektor perkebunan kopi sebagai penggerak utama ekonomi daerah. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat mulai menyusun langkah strategis untuk memperkuat ekosistem kopi robusta agar mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjadikan daerah ini sebagai coffee hub robusta nasional.


Komitmen tersebut dibahas dalam kegiatan Ekspose Program Strategi Pengembangan Ekosistem Kopi Robusta Tahun 2026–2030 yang berlangsung di Ruang Rapat Pesagi Setdakab Lampung Barat, Selasa (28/7/2026).


Kegiatan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Lampung Barat, Drs. Nukman, M.M., serta dihadiri Direktur PT Pesagi Mandiri (Perseroda) Alamsyah HR, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, kepala perangkat daerah, hingga para camat se-Kabupaten Lampung Barat.


Dalam forum tersebut, pemerintah memaparkan arah kebijakan pengembangan ekosistem kopi robusta selama lima tahun ke depan. Program ini dirancang untuk memperkuat kerja sama antara pemerintah daerah, BUMD, petani, pelaku usaha, akademisi, hingga industri pengolahan kopi.


Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing kopi robusta Lampung Barat, membuka peluang investasi, serta memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi petani.


Direktur PT Pesagi Mandiri (Perseroda), Alamsyah HR, mengatakan Lampung Barat merupakan salah satu sentra produksi kopi robusta terbesar di Indonesia.


Saat ini terdapat sekitar 36 ribu petani kopi Lampung Barat yang mengelola lahan seluas kurang lebih 54 ribu hektare, dengan produksi mencapai sekitar 63 ribu ton kopi robusta setiap tahun.


Menurut Alamsyah, kopi bukan hanya komoditas unggulan, tetapi juga menjadi sumber penghidupan utama masyarakat.


"Kopi bukan sekadar komoditas, tetapi merupakan identitas dan masa depan ekonomi masyarakat Lampung Barat. Karena itu, kami ingin menjadikan Lampung Barat sebagai pusat kolaborasi dan rujukan kopi robusta Indonesia," ujarnya.


Meski memiliki potensi besar, Alamsyah mengakui masih ada sejumlah tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama.


Beberapa di antaranya adalah belum terintegrasinya data petani kopi, belum tersedianya sistem traceability atau ketertelusuran produk kopi, masih terbatasnya kemitraan dengan industri, serta belum optimalnya nilai tambah yang diterima petani maupun pemerintah daerah.


Melalui Program Strategi Pengembangan Ekosistem Kopi Robusta 2026–2030, pemerintah menargetkan peningkatan kesejahteraan petani, peningkatan kualitas dan produktivitas kopi, masuknya investasi industri pengolahan, hingga tumbuhnya aktivitas ekonomi baru di Lampung Barat.


Sekda Lampung Barat, Nukman, menegaskan bahwa pengembangan kopi robusta Lampung Barat tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Menurutnya, dibutuhkan kerja sama yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.


"Kegiatan ini merupakan langkah bersama untuk membangun ekosistem kopi Lampung Barat yang terintegrasi, berkelanjutan, serta memberikan manfaat bagi petani, masyarakat, dan daerah. Upaya ini memerlukan kolaborasi dari semua pihak," kata Nukman.


Ia juga menilai branding kopi asal Lampung Barat perlu terus diperkuat agar lebih dikenal secara nasional.


Selama ini masyarakat lebih akrab dengan istilah "Kopi Lampung", padahal sebagian besar produksi kopi robusta berasal dari Kabupaten Lampung Barat.


Menurut Nukman, penguatan identitas melalui branding, penggunaan logo daerah, dan promosi yang berkelanjutan menjadi langkah penting agar Kopi Lampung Barat memiliki nilai jual yang semakin tinggi.


"Kebanyakan orang luar hanya tahu Kopi Lampung, padahal produksi terbesarnya berasal dari Lampung Barat. Karena itu, kita harus memperkuat branding agar masyarakat Indonesia mengenal Kopi Lampung Barat sebagai identitas daerah," tegasnya.


Pemerintah Kabupaten Lampung Barat berharap program pengembangan ini mampu mengintegrasikan seluruh rantai usaha kopi, mulai dari petani, pemerintah daerah, PT Pesagi Mandiri (Perseroda), hingga dunia industri.


Dengan kolaborasi yang kuat, Lampung Barat optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai coffee hub robusta nasional, meningkatkan daya saing kopi robusta Indonesia, serta menghadirkan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat, khususnya para petani kopi di Lampung Barat.


(red/smn)



Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Sekda Nukman Ajak Semua Pihak Perkuat Kolaborasi, Lampung Barat Siap Jadi Coffee Hub Robusta Nasional

Terkini

Topik Populer

Iklan