| Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Lampung Barat Drs. Mad Hasnurin, |
Lampung Barat – SuaraMediaNews.com | Komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dalam mempercepat penurunan angka stunting terus diperkuat melalui Program Bangga Kencana Lampung Barat. Salah satu langkah nyata diwujudkan lewat kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Terpadu yang dipadukan dengan bakti sosial dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kagungan, Kompleks Pemkab Lampung Barat, Selasa (21/7/2026), menjadi ajang memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dan BKKBN Provinsi Lampung dalam membangun keluarga sehat, mandiri, dan berkualitas.
Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Lampung Barat Drs. Mad Hasnurin, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung Soetriningsih, S.Sos., M.Si., Tim Penggerak PKK, jajaran organisasi perangkat daerah, pengurus IPeKB, hingga para Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB).
Dalam sambutannya, Wabup Mad Hasnurin menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia yang unggul menjadi salah satu fondasi penting menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, upaya menekan angka stunting tidak bisa hanya dibebankan kepada sektor kesehatan.
Menurutnya, pemerintah, tenaga kesehatan, penyuluh KB, kader pendamping, hingga masyarakat harus bergerak bersama agar setiap anak memiliki kesempatan tumbuh sehat dan berkembang secara optimal.
"Penanganan stunting membutuhkan kerja sama semua pihak. Mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, penyuluh KB hingga masyarakat harus bergerak bersama agar anak-anak kita dapat tumbuh sehat dan memiliki masa depan yang lebih baik," ujar Mad Hasnurin.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat bersama BKKBN Provinsi Lampung menyerahkan bantuan berupa pembangunan lima unit jamban sehat serta 30 paket sembako kepada keluarga berisiko stunting.
Penerima bantuan jamban sehat berasal dari Pekon Simpang Sari di Kecamatan Sumber Jaya, Pekon Puralaksana di Way Tenong, Pekon Sebarus dan Way Empulau Ulu di Kecamatan Balik Bukit, serta Pekon Tri Mekar Jaya di Kecamatan Bandar Negeri Suoh.
Sementara paket sembako diberikan kepada 30 keluarga berisiko stunting yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Lampung Barat.
Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi dan gotong royong antara BKKBN Provinsi Lampung bersama anggota Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati Mad Hasnurin didampingi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung dan Ketua DPC IPeKB Kabupaten Lampung Barat.
Mad Hasnurin menjelaskan bahwa penyediaan jamban sehat bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi juga investasi kesehatan masyarakat.
Menurutnya, sanitasi yang baik mampu mengurangi risiko penyakit akibat lingkungan yang tidak sehat sehingga mendukung tumbuh kembang anak dan menjadi salah satu faktor penting dalam pencegahan stunting Lampung Barat.
Selain itu, bantuan sembako diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi keluarga sehingga ketahanan pangan rumah tangga menjadi lebih baik.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan menekan angka stunting tidak hanya bergantung pada bantuan material. Perubahan pola hidup bersih dan sehat, pola asuh yang tepat, serta pendampingan berkelanjutan kepada keluarga tetap menjadi kunci utama.
Wakil Bupati juga memberikan apresiasi kepada seluruh Penyuluh KB dan PLKB yang selama ini menjadi ujung tombak pelaksanaan Program Bangga Kencana Lampung Barat.
Menurutnya, para penyuluh memiliki peran strategis karena setiap hari mendampingi masyarakat, memberikan edukasi tentang kesehatan keluarga, serta memastikan berbagai program pemerintah dapat dirasakan langsung oleh warga.
Ia berharap para penyuluh terus menjadi mitra masyarakat dalam membangun keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera.
Pada kesempatan yang sama, Mad Hasnurin turut mengucapkan selamat HUT ke-19 IPeKB dan berharap organisasi tersebut semakin profesional serta terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan keluarga berkualitas.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, Soetriningsih, menegaskan bahwa keberhasilan Program Bangga Kencana Lampung Barat sangat ditentukan oleh peran aktif para penyuluh KB di lapangan.
Menurutnya, penyuluh KB tidak hanya bertugas memberikan penyuluhan, tetapi juga melakukan pendampingan keluarga, menggerakkan masyarakat, hingga memperkuat pelayanan keluarga melalui berbagai program pemberdayaan.
BACA JUGA : Wakil Bupati Lampung Barat Serahkan Donasi untuk Pembangunan Kembali TPA Sunan Bonang Pasca Kebakaran
Ia menjelaskan bahwa Kemendukbangga/BKKBN saat ini terus mengembangkan sejumlah program prioritas atau Quick Wins, seperti Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), TAMASYA, layanan konsultasi keluarga berbasis kecerdasan buatan GATI, serta SIDAYA.
Program-program tersebut menjadi bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan kualitas keluarga sekaligus mendukung percepatan penurunan angka stunting.
Soetriningsih menilai keberhasilan berbagai program tersebut hanya dapat dicapai melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, organisasi profesi, kader pendamping keluarga, hingga masyarakat.
Mengusung tema "IPeKB untuk Keluarga Indonesia", peringatan HUT ke-19 IPeKB diharapkan mampu mendorong lahirnya lebih banyak kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam mendampingi keluarga berisiko stunting.
Ia juga mengapresiasi seluruh pengurus DPD dan DPC IPeKB se-Provinsi Lampung atas dedikasi mereka dalam mendukung pelaksanaan Program Bangga Kencana, termasuk pelaksanaan bakti sosial di Kabupaten Lampung Barat.
Melalui kegiatan monitoring, evaluasi, dan bakti sosial ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat bersama BKKBN Provinsi Lampung berharap kolaborasi yang telah terjalin semakin kuat sehingga mampu mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas serta mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Lampung Barat.
(smn)

