| Peristiwa diduga bakar ayah kandung di Medan (Tangkapan layar vidio peeristiwa IG detikcom) |
Medan – SuaraMediaNews.com | Peristiwa dugaan kekerasan dalam rumah tangga yang menggemparkan terjadi di Kota Medan, Sumatera Utara. Seorang pria berinisial RT (39) diduga nekat membakar ayah kandungnya sendiri, YL (66), setelah keduanya terlibat pertengkaran.
Peristiwa diduga bakar ayah kandung di Medan itu terjadi di kawasan Jalan Wakaf II, Kelurahan Pinang Baris, pada Jumat (17/7/2026).
Melansir detikcom, insiden bermula ketika warga sekitar mendengar cekcok antara ayah dan anak tersebut. Perselisihan yang awalnya berupa adu mulut itu diduga semakin memanas hingga berujung pada aksi kekerasan.
Kepala Lingkungan VI, Nanda Amri, mengatakan warga sempat menerima laporan mengenai pertengkaran yang terjadi di rumah korban. Namun, situasi tidak kunjung mereda.
Menurut keterangan yang dihimpun, pelaku diduga menyiram tubuh korban menggunakan bensin sebelum kemudian membakarnya.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuh, termasuk area perut, selangkangan, dan bagian tubuh lainnya. Korban segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif.
Warga yang mengetahui peristiwa itu langsung berupaya memberikan pertolongan sekaligus mengamankan pelaku agar tidak melarikan diri.
Selanjutnya, RT diserahkan kepada pihak kepolisian untuk menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Masih berdasarkan informasi yang dilansir detikcom, pelaku diketahui merupakan seorang residivis. Selain itu, terdapat dugaan bahwa RT berada di bawah pengaruh narkoba saat insiden tersebut terjadi. Namun, dugaan tersebut masih akan didalami lebih lanjut oleh penyidik.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara menyeluruh kronologi serta motif di balik kasus diduga bakar ayah kandung di Medan tersebut.
Pihak berwenang juga masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi serta barang bukti guna melengkapi proses penyidikan.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan hubungan keluarga dan mengakibatkan korban lanjut usia mengalami luka bakar serius.
Sumber: Melansir detikcom.

