| Wamendagri Akhmad Wiyagus memberikan apresiasi tinggi terhadap kesiapan Pemerintah Kota Bandar Lampung |
Bandar Lampung – SuaraMediaNews.com | Kota Bandar Lampung resmi diproyeksikan sebagai pilot project eliminasi TBC nasional. Hal ini disampaikan dalam kunjungan kerja Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus dan Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus yang disambut langsung oleh Wali Kota Eva Dwiana di Aula Gedung Semergou, Selasa (14/04/2026).
Program ini merupakan bagian dari percepatan penanganan Tuberkulosis (TBC) di Indonesia sekaligus sinkronisasi program prioritas Presiden Prabowo Subianto, termasuk Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan penguatan layanan kesehatan primer.
Baca Juga : Investor Global Percaya Ekonomi Indonesia Tetap Kuat di Tengah Gejolak Dunia, ADB Proyeksi Tumbuh 5,2 Persen
Wamendagri Akhmad Wiyagus memberikan apresiasi tinggi terhadap kesiapan Pemerintah Kota Bandar Lampung. Dari beberapa daerah yang dikunjungi, Bandar Lampung dinilai paling unggul dalam:
Penguasaan data teknis kesehatan
Kesiapan fasilitas layanan kesehatan
Pemberdayaan kader kesehatan di masyarakat
Hal ini menjadikan Bandar Lampung sebagai daerah strategis dalam mendukung program eliminasi TBC 2030.
Wali Kota Eva Dwiana menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah dalam menjalankan program nasional tersebut. Saat ini, layanan kesehatan di Bandar Lampung didukung oleh: 31 Puskesmas, 51 Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Tersebar di 20 kecamatan.
Penguatan layanan kesehatan tingkat primer menjadi kunci dalam menekan penyebaran TBC di masyarakat.
Baca Juga : Patroli Presisi Polres Lampung Barat Digencarkan, Kawasan Wisata Liwa Dijamin Aman!
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa kesehatan masyarakat memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.
Ia menyebut capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) kesehatan Lampung terus meningkat signifikan hingga mencapai 131% pada tahun 2025.
Menurutnya, penyakit TBC bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga berdampak pada produktivitas masyarakat. Dengan penguatan program CKG di Puskesmas, diharapkan angka rujukan ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek dapat ditekan.
Pemerintah Provinsi Lampung mengedepankan pendekatan kolaboratif dalam penanganan TBC, dengan melibatkan: TNI dan Polri, Akademisi dan tenaga kesehatan, Jurnalis dan media, Sektor swasta.
Selain itu, dukungan dari Kementerian PUPR juga difokuskan pada perbaikan sanitasi dan hunian layak bagi pasien TBC, guna memutus rantai penularan akibat lingkungan yang tidak sehat.
Baca Juga : Lampung Barat Gandeng Kemenhub, Mad Hasnurin Fokus Cetak SDM Transportasi Unggul melalui Pendidikan Vokasi
Penunjukan Bandar Lampung sebagai pilot project eliminasi TBC nasional menjadi bukti kesiapan daerah dalam mendukung program kesehatan pemerintah pusat.
Dengan kolaborasi lintas sektor dan penguatan layanan kesehatan primer, diharapkan upaya ini mampu mempercepat penurunan angka TBC di Indonesia. (abd/red)

