| Parosil Mabsus resmikan jembatan Way Sepagasan |
Pembangunan Jembatan Way Sepagasan menjadi salah satu proyek infrastruktur Lampung Barat yang sangat dinantikan masyarakat. Jembatan tersebut menghubungkan wilayah Kecamatan Way Tenong dengan Kecamatan Air Hitam, yang selama ini menjadi jalur penting bagi mobilitas masyarakat.
Baca Juga : Bupati Lampung Barat Resmikan IGD RSD Alimuddin Umar, Tinjau Fasilitas dan Tekankan Pelayanan Ramah Pasien
Dengan rampungnya pembangunan jembatan ini, aktivitas warga diprediksi akan semakin lancar, terutama dalam menyalurkan hasil pertanian ke berbagai daerah.
Dalam sambutannya, Parosil Mabsus menyampaikan bahwa keberadaan Jembatan Way Sepagasan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat, khususnya bagi para petani di wilayah tersebut.
“Dengan diresmikannya Jembatan Way Sepagasan, saya berharap dapat mendorong perputaran ekonomi masyarakat setempat,” ujar Parosil Mabsus.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar ikut berperan aktif menjaga dan merawat jembatan tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Baca Juga : Pemkab Lampung Barat Matangkan Penataan Kota Liwa 2026, Bupati Tekankan Pembangunan Tertib dan Berkelanjutan
Menurutnya, Jembatan Way Sepagasan memiliki peran penting dalam menunjang kelancaran arus barang, mobilitas masyarakat, hingga memperkuat aktivitas ekonomi lokal di wilayah pedesaan.
Selain mempermudah distribusi hasil pertanian warga Lampung Barat, jembatan ini juga menjadi jalur penting bagi masyarakat untuk mengakses fasilitas pendidikan maupun layanan kesehatan.
“Selama ini Jembatan Way Sepagasan menjadi penghubung utama aktivitas sosial dan ekonomi warga, mulai dari distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, hingga pelayanan kesehatan,” jelasnya.
Baca Juga : Bupati Lampung Barat Respon Cepat, Turunkan Tim Cek Jalan Rusak Pagar Dewa
Di akhir kegiatan, Parosil Mabsus menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lampung Barat akan terus berkomitmen melanjutkan pembangunan infrastruktur dasar di berbagai wilayah.
Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah serta memperkuat pertumbuhan ekonomi masyarakat di tingkat pekon atau desa di Lampung Barat.
(Sai/smn)


