Hari Sumpah Pemuda ke-98, Parosil Mabsus Tekankan Tiga Karakter Penting Generasi Muda

Kosong

terkini

Hari Sumpah Pemuda ke-98, Parosil Mabsus Tekankan Tiga Karakter Penting Generasi Muda

SUARA MEDIA NEWS
28 Oktober 2026, 12:32 WIB Last Updated 2026-10-28T05:32:30Z

 

Pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98, di Lampung Barat


LAMPUNG BARAT – SuaraMediaNews.com | Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, mengajak generasi muda untuk memiliki tiga karakter utama dalam membangun masa depan bangsa, yaitu patriotik, gigih, dan berempati.


Pesan tersebut disampaikan Parosil saat memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun 2026 di Lapangan Kantor Bupati Lampung Barat, Rabu (28/10/2026).


Upacara Hari Sumpah Pemuda tersebut dihadiri Wakil Bupati Lampung Barat Mad Hasnurin, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para asisten, staf ahli bupati, kepala perangkat daerah, jajaran pegawai Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, serta para pelajar.


Dalam amanatnya, Parosil mengingatkan bahwa Sumpah Pemuda yang diikrarkan pada 28 Oktober 1928 merupakan tonggak penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Ikrar tersebut menjadi simbol persatuan para pemuda dari berbagai daerah untuk memperjuangkan cita-cita bersama sebagai satu bangsa.


Menurutnya, semangat persatuan yang diwariskan para pemuda terdahulu harus terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar diperingati setiap tahun.


Ia menegaskan, kemajuan Indonesia tidak cukup hanya diukur dari pembangunan fisik, kecanggihan teknologi, atau kekayaan ekonomi. Kemajuan bangsa juga sangat ditentukan oleh kualitas karakter masyarakatnya, terutama generasi muda.


“Kita ingin membangun Indonesia yang maju. Tetapi kemajuan bukan hanya tentang gedung yang menjulang tinggi, teknologi yang semakin canggih, atau kekayaan yang berlimpah. Kemajuan sejati dimulai dari manusia. Dari karakter,” kata Parosil.


Parosil menjelaskan bahwa ada tiga karakter penting yang perlu ditanamkan kepada generasi muda agar mampu menghadapi tantangan zaman sekaligus berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.


Pertama, patriotik. Menurutnya, cinta tanah air harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar ucapan. Para pemuda diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, daerah, dan negara sesuai dengan kemampuan masing-masing.


Kedua, gigih. Parosil mengajak generasi muda untuk tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Kegagalan harus dijadikan pelajaran untuk terus berkembang, memperbaiki diri, dan berusaha memberikan yang terbaik bagi bangsa.


Ketiga, berempati. Ia menekankan pentingnya kepedulian terhadap sesama. Generasi muda tidak boleh hanya mengejar keberhasilan pribadi, tetapi juga harus mampu memahami kesulitan orang lain dan bersedia membantu mereka yang membutuhkan.


Menurut Parosil, ketiga karakter tersebut harus berjalan beriringan. Semangat cinta tanah air perlu disertai kepedulian, kegigihan harus dilandasi nilai moral, dan kemajuan harus tetap mengutamakan kemanusiaan.


“Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” ujarnya.


Dalam kesempatan tersebut, Parosil juga berpesan agar para pemuda berani memiliki cita-cita besar, bekerja keras, serta terus mengembangkan kemampuan diri.


Ia mengingatkan bahwa menjadi pribadi yang kuat bukan berarti harus kehilangan kepedulian dan kelembutan hati. Selain berani mengambil tanggung jawab dan memimpin, generasi muda juga harus memiliki kemauan untuk melayani masyarakat.


Parosil berharap ilmu pengetahuan, kreativitas, dan karya yang dihasilkan para pemuda dapat memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar serta mendukung pembangunan daerah dan nasional.


“Jadikanlah setiap ilmu, setiap karya, dan setiap pengorbanan sebagai bukti cinta kita kepada Indonesia,” katanya.


Ia menilai, peringatan Hari Sumpah Pemuda harus menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan mendorong generasi muda agar lebih aktif mengambil bagian dalam pembangunan.


Semangat Sumpah Pemuda, lanjutnya, perlu diwujudkan melalui sikap saling menghormati, kerja keras, kepedulian sosial, serta kesediaan untuk bekerja bersama meskipun memiliki perbedaan latar belakang.


Menutup amanatnya, Parosil Mabsus menyampaikan ucapan Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun 2026. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk bersama-sama menyiapkan masa depan bangsa yang lebih baik.


Menurutnya, masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh apa yang akan terjadi pada kemudian hari, tetapi juga oleh tindakan dan keputusan yang dilakukan generasi saat ini.


“Mari kita bangun generasi yang patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, dan berempati dalam kemanusiaan. Sebab masa depan bangsa bukan hanya sesuatu yang akan kita temui. Masa depan adalah sesuatu yang sedang kita bangun bersama,” pungkasnya.


Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat berharap generasi muda semakin bersemangat dalam belajar, berkarya, menjaga persatuan, serta berkontribusi bagi kemajuan daerah dan Indonesia.


(smn/red)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Hari Sumpah Pemuda ke-98, Parosil Mabsus Tekankan Tiga Karakter Penting Generasi Muda

Terkini

Topik Populer

Iklan