Artikel - SuaraMediaNews.com | Borneo FC Samarinda resmi mendatangkan Kadu Monteiro untuk memperkuat skuad menghadapi kompetisi musim 2026/2027. Penjaga gawang asal Angola tersebut diproyeksikan mengisi posisi yang ditinggalkan Nadeo Argawinata di bawah mistar gawang Pesut Etam.
Kepastian bergabungnya Kadu Monteiro diumumkan Borneo FC Samarinda melalui media sosial resmi klub pada Jumat, 7 Agustus 2026. Kehadiran kiper berusia 31 tahun itu diharapkan dapat menambah kekuatan pertahanan sekaligus membantu Borneo FC tetap bersaing di papan atas BRI Super League.
Borneo FC Samarinda Perkenalkan Kadu Monteiro
Borneo FC menyambut kedatangan Kadu Monteiro sebagai bagian dari persiapan menghadapi musim baru. Pengalaman yang dimiliki sang kiper diharapkan menjadi tambahan penting bagi tim asal Samarinda tersebut.
Kadu datang setelah sebelumnya memperkuat PSBS Biak pada BRI Super League 2025/2026. Dengan demikian, Borneo FC menjadi klub kedua yang dibela Kadu selama menjalani karier sepak bola profesional di Indonesia.
Kehadirannya sekaligus menjadi bagian dari perubahan komposisi penjaga gawang Borneo FC setelah Nadeo Argawinata tidak lagi menjadi bagian dari skuad Pesut Etam.
Kadu Monteiro Pernah Memuji Kualitas Nadeo Argawinata
Ada cerita menarik sebelum Kadu Monteiro resmi bergabung dengan Borneo FC. Dalam sebuah wawancara, kiper asal Angola tersebut pernah memberikan penilaian positif terhadap Nadeo Argawinata, penjaga gawang yang kini posisinya akan ia gantikan.
Kadu menilai Nadeo merupakan salah satu kiper berkualitas yang dimiliki Indonesia. Ia juga melihat karakter permainan Nadeo memiliki kemiripan dengan penjaga gawang yang biasa tampil di kompetisi Eropa.
Menurut Kadu, kemampuan teknis serta pengalaman Nadeo membuatnya layak disebut sebagai salah satu kiper terbaik di BRI Super League musim sebelumnya.
Kadu Monteiro Membawa Pengalaman dari Eropa
Sebelum berkarier di Indonesia, Kadu Monteiro memiliki pengalaman bermain di Eropa, termasuk pernah menimba ilmu di FC Porto. Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi Borneo FC.
Setelah menjalani satu musim bersama PSBS Biak, Kadu kini memiliki pengalaman tambahan mengenai karakter sepak bola Indonesia. Adaptasi tersebut diharapkan membuatnya lebih siap menghadapi persaingan kompetisi bersama Borneo FC Samarinda.
Sempat Mengalami Masalah Pembayaran Gaji di PSBS Biak
Perjalanan Kadu Monteiro di Indonesia sebelumnya juga diwarnai persoalan di luar lapangan. Saat memperkuat PSBS Biak, sang kiper mengaku sempat mengalami keterlambatan pembayaran gaji.
Bahkan, berdasarkan pengakuannya, masih terdapat sebagian hak finansial yang belum diterimanya hingga sekarang.
Kondisi tersebut tentu menjadi pengalaman tersendiri bagi Kadu. Kini, setelah resmi menjadi bagian dari Borneo FC, publik tentu berharap persoalan serupa tidak kembali terjadi selama ia menjalani kontraknya bersama Pesut Etam.
Tantangan Kadu Monteiro Bersama Borneo FC
Bergabung dengan Borneo FC Samarinda menjadi tantangan baru bagi Kadu Monteiro. Ia bukan hanya dituntut tampil konsisten sebagai kiper Borneo FC, tetapi juga harus mampu mengisi peran penting yang sebelumnya dijalankan Nadeo Argawinata.
Borneo FC dikenal sebagai salah satu tim yang mampu bersaing di papan atas kompetisi sepak bola nasional dalam beberapa musim terakhir. Karena itu, Kadu harus menunjukkan kualitas dan konsistensinya sejak awal musim BRI Super League 2026/2027.
Pengalaman bermain di Eropa, ditambah pengalamannya menjalani satu musim di kompetisi Indonesia, diharapkan dapat membantu Kadu beradaptasi dengan cepat.
Jika mampu menunjukkan performa terbaiknya, Kadu Monteiro berpeluang menjadi salah satu pemain penting Borneo FC Samarinda dalam upaya mengejar target prestasi pada musim 2026/2027.
Kedatangan kiper asal Angola ini juga menjadi salah satu langkah Borneo FC dalam memperkuat skuad dan meningkatkan persaingan di kompetisi sepak bola Indonesia.
Dapatkan informasi terupdate seputar dunia sepakbola dan olahraga lainnya hanya di https://www.strategibola.com.
(smn)

