| kendaraan mogok di pintu keluar Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan |
Peristiwa tersebut terjadi saat arus mudik Lebaran 2026 mulai meningkat di kawasan Pelabuhan Bakauheni, yang menjadi salah satu jalur utama pemudik dari Pulau Jawa menuju Sumatera.
Baca Juga : Anak Tertinggal Saat Arus Balik, Polisi Temukan dan Kembalikan ke Pelukan Orangtua
Laporan diterima oleh petugas Command Center 110 sekitar pukul 03.32 WIB dari seorang pemudik bernama Herli. Ia melaporkan bahwa kendaraan yang digunakannya mengalami kerusakan saat hendak keluar dari area pelabuhan.
Dalam laporan yang disampaikan kepada petugas, kendaraan yang mengalami mogok adalah mobil Daihatsu Xenia berwarna hitam dengan nomor polisi A 1471 VW.
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas dari Pos Pelayanan (Posyan) Bakauheni bersama personel KSKP Bakauheni segera menuju lokasi untuk memberikan bantuan kepada pemudik tersebut.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pengecekan terhadap kendaraan yang mengalami gangguan. Selain itu, polisi juga membantu mengamankan posisi mobil agar tidak mengganggu arus lalu lintas kendaraan yang keluar dari Pelabuhan Bakauheni.
Petugas kemudian membantu mencarikan bengkel terdekat di kawasan pelabuhan agar kendaraan dapat segera diperbaiki sehingga perjalanan mudik dapat dilanjutkan dengan aman.
Respons cepat dari petugas kepolisian ini merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat selama pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026, yang difokuskan pada pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran di wilayah Lampung.
Baca Juga : Jawa Tengah Jadi Simpul Utama Mudik Lebaran 2026, Menhub Dorong Sinergi Jamin Kelancaran Angkutan
Kapolres Lampung Selatan AKBP Toni Kasmiri menjelaskan bahwa layanan Call Center 110 disiapkan untuk memberikan bantuan cepat kepada masyarakat yang membutuhkan pertolongan kepolisian selama perjalanan mudik.
“Layanan Call Center 110 kami siagakan selama 24 jam untuk menerima laporan ataupun pengaduan masyarakat. Jika pemudik mengalami kendala di perjalanan seperti kendaraan mogok, kecelakaan lalu lintas, atau gangguan keamanan, masyarakat dapat segera menghubungi 110 dan petugas kami akan langsung merespons,” ujar AKBP Toni Kasmiri.
Ia menambahkan bahwa seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan mudik Lebaran 2026 telah disiagakan di berbagai titik strategis untuk memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman dan nyaman.
“Kami ingin memastikan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik merasa aman dan nyaman. Karena itu jangan ragu menghubungi layanan 110 Polri apabila membutuhkan bantuan,” tambahnya.
Sementara itu, Herli mengaku terkejut sekaligus terbantu dengan cepatnya respons petugas kepolisian setelah dirinya menghubungi layanan darurat 110.
Menurutnya, tidak sampai 10 menit setelah laporan disampaikan, petugas kepolisian sudah tiba di lokasi untuk memberikan bantuan.
“Tidak sampai sepuluh menit setelah saya menghubungi 110, petugas sudah datang membantu. Terima kasih banyak untuk Kepolisian Republik Indonesia, Mabes Polri, dan Polda Lampung,” ujar Herli.
Ia mengaku sangat terbantu dengan kehadiran polisi yang sigap memberikan pertolongan sehingga kendala yang dialaminya dapat segera diatasi.
Kapolres Lampung Selatan juga mengingatkan masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran agar selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik sebelum berangkat.
Baca Juga : Mudik Gratis Kemenhub 2026 Dibuka Menhub “Program Ini Hadir untuk Masyarakat”
Selain itu, pemudik juga diimbau memanfaatkan rest area apabila merasa lelah selama berkendara demi menjaga keselamatan di perjalanan.
Dengan adanya layanan Call Center 110 yang responsif serta kehadiran personel kepolisian di lapangan, diharapkan masyarakat dapat merasakan langsung pelayanan dan perlindungan dari Polri selama arus mudik Lebaran 2026 di Lampung Selatan.
(smn/tim)

