Jakarta – SUARAMEDIANEWS.COM | Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) sekaligus Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menegaskan pentingnya membangun jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda sebagai salah satu kunci memperkuat ekonomi kreatif Indonesia. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri puncak penyelenggaraan Prestasi Junior Indonesia (PJI) di Senayan Park, Jakarta, Sabtu (1/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Irene Umar menyampaikan bahwa Indonesia membutuhkan lebih banyak pelaku usaha untuk dapat bersaing sebagai negara maju. Namun menurutnya, makna kewirausahaan tidak hanya sebatas memiliki bisnis, melainkan juga membangun karakter yang bertanggung jawab dan memiliki tujuan dalam setiap pekerjaan.
"Untuk menjadi negara maju, Indonesia membutuhkan sekitar 10 hingga 12 persen wirausaha. Saat ini jumlahnya masih sedikit di bawah angka tersebut. Entrepreneurship bukan hanya soal memiliki perusahaan, tetapi juga tentang rasa memiliki, tanggung jawab, dan bekerja dengan tujuan yang jelas," ujar Irene Umar.
Mengacu pada data yang disampaikan dalam acara tersebut, Indonesia masih perlu meningkatkan jumlah entrepreneur agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Bahkan, menurut acuan World Bank, sedikitnya empat persen penduduk perlu menjadi wirausaha sebagai langkah awal menuju negara dengan ekonomi yang lebih kuat.
Karena itu, Kementerian Ekonomi Kreatif terus mendukung berbagai program yang mampu menumbuhkan semangat inovasi, kreativitas, dan kewirausahaan sejak usia sekolah.
Prestasi Junior Indonesia (PJI) merupakan bagian dari JA Worldwide, organisasi nirlaba internasional yang berfokus pada pendidikan kewirausahaan bagi generasi muda.
Sejak mulai beroperasi di Indonesia pada 2011, PJI telah memberikan pembekalan kepada lebih dari dua juta anak muda melalui berbagai program yang meliputi keterampilan dunia kerja, literasi keuangan, hingga kemampuan membangun usaha yang berkelanjutan.
Pada penyelenggaraan tahun 2026, sebanyak 45 tim mengikuti kompetisi hingga akhirnya terpilih sembilan tim terbaik dari jenjang SMA dan SMK. Dua tim terbaik nantinya akan mewakili Indonesia dalam ajang kewirausahaan tingkat Asia Pasifik.
Chairman of the Executive Board PJI, Pribadi Setiyanto, menjelaskan bahwa seluruh program PJI menggunakan pendekatan experiential learning, yakni metode belajar melalui pengalaman langsung sehingga peserta dapat memahami dunia usaha secara nyata.
Melalui program unggulan Student Company, para siswa SMA dan SMK diberi kesempatan mendirikan sekaligus mengelola perusahaan mereka sendiri.
Dalam program tersebut, peserta belajar menyusun model bisnis, mengembangkan produk, mengatur keuangan perusahaan, memahami kebutuhan pelanggan, memimpin tim, hingga menghadapi tantangan bisnis secara langsung.
Selama dua dekade pelaksanaannya di Indonesia, Student Company telah melibatkan lebih dari 18.000 siswa dan melahirkan 845 bisnis pelajar.
Untuk periode 2025–2026, pengembangan ide usaha para peserta difokuskan pada empat isu strategis, yaitu:
Kementerian Ekonomi Kreatif menilai pembentukan karakter kewirausahaan sejak usia muda merupakan investasi penting dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif Indonesia yang berkelanjutan.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, serta berbagai mitra strategis, diharapkan semakin banyak talenta muda yang mampu menghadirkan inovasi, menciptakan lapangan kerja baru, dan menghasilkan produk kreatif berbasis kekayaan intelektual Indonesia yang mampu bersaing di pasar global.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir sejumlah perwakilan dunia usaha dan mitra strategis, di antaranya Country Manager Zurich Indonesia Edhi Tjahja Negara, Chief of Human Resources, Brand & Communication Zurich Asuransi Indonesia Tini Nurianto, Chief Financial Officer Zurich Topas Life Aswan Jaya, Senior General Manager Corporate Communications PT Sari Coffee Indonesia (Starbucks Indonesia) Avolina Raharjanti, Co-Founder & Operations Counsel PJI Robert Gardiner, serta Executive Director PJI Utami Anita Herawati.
Sementara itu, Wamen Ekraf Irene Umar hadir didampingi Direktur Kuliner Kementerian Ekonomi Kreatif, Romi Astuti.
Sumber: Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.

